Breaking News:

Kabar Jakarta

Kena PHK ? Lapor ke Sudin Tenaga Kerja Pemkot Jakbar, Akan diajak Ikuti Pelatihan Kerja Jakprenuer

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat terima laporan pegawai yang di PHK saat pandemi Covid-19.

Warta Kota/Desy Selviany
ilustrasi Pekerja di CV Harapan Perdana milik Effendi Koto di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2021). Akibat pandemi Covid-19,banyak pekerja yang rawan terkena PHK 

WARTAKOTALIVE.COM, KEMBANGAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat terima laporan pegawai yang di PHK saat pandemi Covid-19.

Saat ini pihaknya sedang menangani 330 laporan pegawai yang menerima pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan sejak Januari sampai September 2021.

"Sampai  sekarang kalo yang melapor PHK itu ada 330 orang," kata Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jackson Sitorus saat dikonfirmasi Sabtu (18/9/2021).

Sebanyak 330 karyawan itu di PHK karena berbagai alasan salah satunya didapatkan karena dampak dari Pandemi Covid-19.

Mereka yang di PHK mengadu ke Sudin atas beragam permasalahan, salah satunya mempermasalahkan hak-hak pegawai yang harus dipenuhi perusahaan.  

Saat itulah Sudin Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat berperan sebagai mediator antara pihak karyawan dan perusahaan.

Pihaknya juga akan memakai Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku sebagai dasar penyelesaian mediasi tersebut.

"Kita melakukan mediasi. Ada hak perusahaan dan pegawai yang juga harus kita perhatikan," terangnya.

Walau di PHK, Jackson membuka kesempatan bagi pegawai tersebut untuk mengikuti pelatihan kerja Jakprenuer di bawah naungannya.

Terakhir, para karyawan ini dipastikan mendapatkan fasilitas usaha dan keahlian di bidang baru sebagai bekal menjadi pengusaha.

"Kita memang tidak langsung mengarahkan mereka. Tapi jika mereka tertarik kita buka kesempatan untuk ikut pelatihan kerja," pungkasnya (m30)

 


Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved