Breaking News:

Pendidikan

Sektor Keuangan Mikro dan Sosial Syariah Indonesia Dinilai Mampu Gerakan Ekonomi di Masa Pandemi

Sosial Syariah Indonesia dan sektor keuangan mikro dinilai mampu gerakan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Sektor Keuangan Mikro dan Sosial Syariah Indonesia Dinilai Mampu Gerakan Ekonomi di Masa Pandemi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sektor Keuangan Mikro dan Sosial Syariah Indonesia dinilai mampu gerakan ekonomi di masa pandemi.

Prof. Dr. Sri Widyastuti, S.E., M.M., M.Si. Lahir di Pati, merupakan dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila sukses meraih gelar tertinggi akademik Guru Besar Bidang Manajemen Pemasaran Strategik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila.

Baca juga: Hardiyanto Kenneth Lulus Pendidikan PPRA Lemhannas RI dan Dipercaya Jadi Ketua Ikatan Alumni

Pada hari Rabu, 15 September 2021 dalam orasi ilmiah dengan judul “Strategi Recovery Penguatan Bisnis Syariah di Indonesia dalam Mengatasi Dampak Pandemi Global Covid-19”.

Guru Besar baru yang akrab disapa Prof Widi menyampaikan Covid-19 di dunia berdasarkan Data Waldometers per 26 Agustus 2021  lebih dari 200 negara, total 215.323.064 kasus, meninggal 4.485.213 jiwa dan sembuh 192.528.461 jiwa.

Krisis ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, dampak pun terhadap perekonomian di berbagai negara.

Baca juga: Anak Yatim dan Terlantar di Masa Pandemi Covid-19, Ahmad Muzani: Negara Harus Menjamin Pendidikannya

Menurut IMF pada awal 2021 mengestimasi pertumbuhan global minus 3.5 persen, OECD 2021 mengestimasi 4.2 persen pada Desember 2020.

Lalu, World Bank memprediksi pertumbuhan global minus 5.2 persen pada Januari 2021 serta Bank Indonesia memberikan data bahwa Indonesia minus 2.07 persen pada 2020 lalu.

Data stastistik pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ke dua di tahun 2021 tumbuh positif tinggi sebesar 7.07 persen.

Secara kumulatif, ekonomi tumbuh sebesar 3.10 persen di semester 1-2021 dibandingkan dengan semester 1-2020.

Bank Pembangunan Islam meluncurkan bantuan 2.3 miliar untuk membantu 27 negara anggota dalam mengatasi Covid-19 karena investasi dalam ekonomi islam turun drastis ketika Covid-19 berlangsung dan menyebar ke seluruh dunia.

Baca juga: Pimpinan DPR: Tantangan di Era Pandemi Semakin Sulit, Pendidikan Virtual Belum Efektif

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved