Breaking News:

Kesehatan

RS PON Hadirkan Cerebral Flow Diverter untuk Pengobatan Aneurisma Otak, Inilah Keunggulannya

Cerebral Flow Diverter untuk pengobatan aneurisma otak, Inilah keunggulan teknologinya yang ada di RS PON.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
RS PON Hadirkan Cerebral Flow Diverter untuk Pengobatan Aneurisma Otak, Inilah Keunggulannya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - RS PON hadirkan Cerebral Flow Diverter untuk pengobatan aneurisma otak, Inilah keunggulannya

Aneurisma otak mungkin banyak yang belum memahaminya. Namun diperkirakan sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini.

Aneurisma otak merupakan kondisi dimana dinding pembuluh darah otak melebar atau menonjol (ballooning) akibat lemahnya dinding pembuluh darah tersebut.

Baca juga: Tak Ada Hubungannya Sama Jakarta, Proyek Tugu Sepatu Raksasa di Jalan Jendral Sudirman Jalan Terus

Jika aneurisma ini pecah dapat mengakibatkan kondisi fatal yaitu perdarahan otak (subarachnoid) dan kerusakan otak. Pecahnya aneurisma ini diperkirakan dialami oleh 1 orang setiap 18 menit.

Aneurisma otak dapat terjadi pada siapa saja, dan umumnya sebelum pecah aneurisma tidak bergejala, sehingga dianjurkan untuk melakukan brain check- up secara rutin.

Beberapa orang terkenal pernah mengalami pecah aneurisma otak diantaranya, Sharon Stone, Emilia Clarke (Game of Throne), Dr. Dre, Neil Young.

Dampaknya pun bisa dibilang tidak ringan. Aneurisma memang tidak selalu berujung pada kematian. Namun kualitas hidup penderitanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.

Baca juga: HEBOH, Air Sungai Jernih Berubah Jadi Merah Darah, Warga Desa Ngreden Klaten Kaget dan Ketakutan

Kecacatan, perawatan, tenaga, dan biaya besar menjadi faktor penting yang perlu dipahami oleh penderita aneurisma otak.

Itu sebabnya, pada tahun 2021 ini, Brain Aneurysm Awareness Month yang jatuh setiap bulan September setiap tahunnya, mengangkat tema ‘Raising Awareness, Supporting Survivors, Saving Lives’.

“Selain meningkatkan awareness masyarakat akan aneurisma otak ini, kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia juga harus ditingkatkan agar dapat mendeteksi dini, melakukan edukasi pencegahan, dan penanganan komprehensif aneurisma terutama pada penderita yang telah mengalami pecahnya aneurisma otak, atau akan lebih baik bila dapat ditangani sebelum aneurisma tersebut pecah,"  jelas Kepala Bedah Saraf RS Pusat Otak Nasional (PON) dr. Abrar Arham, SpBS.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved