Breaking News:

Bisnis

Pengelola Bioskop CGV Grand Indonesia Berharap Larangan Menjual Makanan dan Minuman Dicabut

Pihak bioskop CGV Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat menyayangkan aturan pemerintah yang tidak memperbolehkan pihak pengelola untuk menjual makanan

Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Suasana Bioskop CGV GI di masa PPKM level 3, pada Jumat (17/9/2021) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Sebelum pandemi, menikmati popcorn dan membawa minuman di bioskop seperti jadi satu paket ketika  menonton film di bioskop.

Namun, kebiasaan itu tidak bisa dilakukan kembali, walaupun bioskop sudah dibuka di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ini. Pemerintah  masih melarang pengelola  bioskop menjual makanan dan minuman kepada pengunjung.

Hal ini tentunya agar tidak terjadi penularan Covid-19. Melakukan makan dan minum, akan membuat masker dibuka. Ketika masker dibuka inilah potensi penularan Covid-19 menjadi lebih besar. 

Namun pelarangan  menjual makanan dan minuman di bioskop,  dianggap kurang adil bagi pengelola bioskop. Pasalnya, sekarang ini, restoran saja sudah bisa makan di tempat (dine in).

Baca juga: Hari Pertama Buka, Rosmawati Langsung Menonton Film di Bioskop CGV Central Park

Baca juga: Hari Pertama Pembukaan CGV Central Park, Film Black Widow Diminati, Ratusan Tiket Dibeli Online

Hal ini dikemukakan, pengelola bioskop CGV Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat, yang menyayangkan aturan pemerintah untuk  tidak memperbolehkan pihak pengelola untuk menjual makanan dan minuman kepada para pengunjung bioskop.

"Harusnya apabila di restoran saja boleh makan, sebetulnya di bioskop juga bisa," keluh Hendy yogy syahputra sebagai manager on duty bioskop CGV GI saat ditemui di lokasi pada Jumat (17/9/2021), malam. 

Lebih lanjut, Yogy mengatakan, pihak CGV GI telah menerapkan protokol kesehatan dan menjaga sirkulasi udara di dalam auditorium. Hal ini dilakukan agar udara yang di luar dapat masuk dan begitu juga sebaliknya. 

"Disayangkan banget sih, kalau di restoran boleh makan di tempat kenapa di bioskop enggak? Dua jam nonton di auditorium ini kan pasti haus dan lapar. Masak gak boleh makan dan minum," sambung Yogy. 

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Izinkan Bioskop Dibuka, Pengusaha Bioskop Tidak Setuju Jumlah Penonton Dibatasi

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Reda di Indonesia, Bagaimana Jika Bioskop Dibuka Kembali?

Pukul 20.00 WIB, sejumlah pengunjung terlihat memasuki ruang auditorium. Dari tiga auditorium yang sedang memutar film, masing-masing hanya diisi kurang dari 20 penonton. 

Kondisi kantin CGV GI pun gelap. Tidak terlihat adanya transaksi jual beli. "Kantin belum buka karena dari regulasi pemerintah, bioskop belum boleh jual makan dan minum," ujar Yogy. 

Yogy pun berharap, pemerintah dapat mengkaji ulang aturan tersebut dan kembali mengizinkan pihak bioskop untuk menjual makanan dan minuman untuk para pengunjung. 

"Mudah-mudahan ke depannya pemerintah bisa mengizinkan para pengunjung bioskop untuk makan dan minun di dalam auditorium," harap Yogy. 

Sebelumnya, Pemerintah telah mengizinkan bioskop beroperasi di wilayah PPKM Level 3 dan 2 sejak Kamis (17/9/2021). Adapun salah satu syaratnya adalah dilarang makan dan minum atau menjual makanan dan minuman dalam area bioskop.

Pada kesempatan tersebut, Yogy juga memaparkan syarat yang harus dipatuhi pengungjung untuk bisa menonton film di CGV GI. Para pengunjung, lanjut Yogy, harus sudah menerima vaksinasi dosis dua. 

Sejak dibuka satu hari lalu, Yogy mengatakan, bioskop baru akan ramai pada saat pulang jam kerja. "Pukul 18.00 WIB, itupun 10 sampai 20 penonton per auditorium" pungkas Yogy. (M29)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved