Breaking News:

OTT KPK

OTT di HSU Kalsel Tak Libatkan Polda, Tiga Orang Jadi Tersangka, Bupati HSU Bilang Belum Tahu

Saat dikonfirmasi, Bupati HSU Abdul Wahid mengaku belum tahu. Pengakuan justru datang  Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto.

Editor: Wito Karyono
twitter @KPK_RI
KPK menetapkan 3 tersangka kasus dugaan Korupsi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel. Jumpa pers kasus HSU dipimpin Alexader Marwata. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan.

Sejumlah orang dibawa ke KPK sebanyak tiga ditetapkan sebagai tersangka.

Saat dikonfirmasi, Bupati HSU Abdul Wahid mengaku belum tahu. Pengakuan justru datang  Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto.

Ia membenarkan OTT tersebut meski tak melibatkan Polda Kalsel.

"Memang ada ya datang ke HSU. Kasusnya tidak kita tangani, yang nangani KPK," kata Irjen Pol Rikwanto ditemui Banjarmasinpost.co.id di Mako Polda Kalsel, Kamis (16/9/2021).

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto (warta kota/nur ichsan)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka kasus OTT di HSU.

Baca juga: Satu dari 56 Pegawai KPK yang Dipecat Bagikan Meja Kerjanya dan Mewek, Tapi Tak Menyesal Dipecat

Baca juga: Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi Nilai Pemberhentian 56 Pegawai KPK Dinilai Keputusan Tegas

Yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (Kadis PUPRT) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Maliki dan dua pihak swasta yakni Direktur CV Hanamas, Marhaini dan Direktur CV Kalpataru, Fachriadi sebagai tersangka pada Kamis (16/9/2021).

Tiga orang itu ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara atau yang mewakilinya terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan tahun 2021-2022.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan, Dinas PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan telah melaksanakan lelang dua proyek irigasi.

Baca juga: Liga 2 Bergulir Mulai 26 September 2021, Rans Cilegon Grup B, Persis Solo Grup C, Live Senin-Kamis

Keduanya yakni Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Rawa (DIR) Kayakah, Desa Kayakah, Kecamatan Amuntai Selatan, dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 1,9 Miliar dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang, Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang, dengan HPS Rp 1,5 Miliar.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved