Breaking News:

Kabar Jakarta

Gelombang Kedua Covid-19 Bikin 72 ASN DKI Meninggal Dunia

Sebanyak 72 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta meninggal dunia akibat Covid-19.

YouTube Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Ahmad Riza Patria, saat menyampaikan pesan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov DKI Jakarta, di Balai Kota, Jumat (29/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Sebanyak 72 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta meninggal dunia akibat Covid-19. Hal itu berdasarkan pendataan yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta pada periode Juli-Agustus 2021 atau ketika gelombang kedua pandemi terjadi.

Seperti diketahui, gelombang kedua pandemi Covid-19 di Jakarta terjadi pada Juli 2021 lalu. Puncaknya pada Jumat, 16 Juli 2021 silam dengan kasus aktif menembus 113.137 orang.

Berdasarkan data yang diterima dari website BKD DKI, pada Juli 2021 tercatat ada 57 ASN yang meninggal dunia. Sedangkan pada Agustus 2021 ada 20 orang yang meninggal.

Dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Jakarta, angka kematian paling banyak di Dinas Pendidikan mencapai 24 orang. Kemudian disusul Dinas Kesehatan ada 11 orang dan Satpol PP ada lima orang yang meninggal.

Baca juga: Dadan dan Denas Jadi Yatim Piatu Dalam 8 Hari, Terpukul saat Orangtua Meninggal karena Covid-19

Baca juga: Kabar Duka, Ibunda Aktor Irwansyah Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana membenarkan beberapa anak buahnya ada yang meninggal dunia karena Covid-19. Namun dia mengaku tak ingat status kepegawaian mereka, apakah petugas jasa lainnya perorangan (PJLP) atau pegawai negeri sipil (PNS).

“Memang ada yang meninggal, kan memang kita sudah sama-sama tahu bukan hanya di Disdik, dan bukan hanya di Jakarta dan bukan hanya di sana (di tempat lain). Jadi nggak ada masalah,” kata Nahdiana pada Kamis (16/9/2021).

Menurut dia, nasib seseorang di masa mendatang tidak ada yang tahu, termasuk bila terpapar Covid-19. Namun sejauh ini, Disdik DKI Jakarta telah meminta para PNS maupun PJLP agar mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat bekerja.

“Siapa di antara kita yang bisa paham kalau kita dan saya juga habis ini terus kena (Covid-19). Nggak ada yang paham kan,” imbuhnya.

Baca juga: Anak Pelawak Doyok Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Sebulan Terakhir Asam Lambungnya Kambuh

Baca juga: Henny Manopo Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Pernah Khawatir Ketika Amanda Manopo Diancam Dibunuh

Kata dia, yang terpenting saat ini adalah para pegawai maupun masyarakat mematuhi prokes sebagai upaya pencegahan dari bahaya Covid-19. Langkah ini dilakukan agar Jakarta dapat keluar dari pandemi Covid-19.

“Untuk bekerja sudah sesuai aturan WFH (work from home atau bekerja dari rumah) dan WFO (work from office atau bekerja dari kantor),” katanya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved