Breaking News:

Kesehatan

Saran Ahli, Anak Dengan Kanker Harus Tetap Terhubung dengan Teman-temannya agar Mereka Tetap Gembira

Menjalani pengobatan kanker, membutuhkan kesiapan mental yang tinggi. Tidak hanya untuk pasien, tapi juga keluarga yang mendampingi.

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
National Cancer Institute
Ilustrasi seorang perempuan yang mengenakan penutup kepala sedang menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menjalani pengobatan kanker, membutuhkan kesiapan mental yang tinggi. Tidak hanya untuk pasien, tapi juga keluarga yang mendampingi.

Hal ini karena perawatan kanker membutuhkan waktu yang lama lama, serta kesakitan fisik. Dukungan sangat diperlukan dari orang terdekat terutama keluarga, agar pengobatan kanker bisa berhasil. 

Dr. Fransiska Kaligis SpKJ(K), spesialis psikiater anak dan remaja dari FKUI, menjelaskan bahwa dukungan psikososial pada anak dengan kanker juga sangat penting. 

Salah satu elemen penting dalam psikososial antara lain membantu pasien dan keluarga menghadapi stres. Masalah yang dihadapi anak berbeda saat mengalami kanker, sangat tergantung usia. 

Baca juga: Kebiasaan Baru Agar Penyakit Kanker pada Anak Tetap Terkontrol saat Pandemi Virus Corona

Baca juga: Perawatan Palitif Bukan Berarti Dokter Menyerah untuk Mengobati Pasien, Ini Alasannya

Di usia batita yang menderita kanker, stres batita muncul karena gangguan rasa nyaman karena tidak bisa makan, sehingga mereka sangat rewel dan terus menangis.

Di usia pra sekolah, bisa muncul rasa cemas dan fustrasi karena mereka pada sedang tahap sense of personal control, keinginan untuk bisa makan sendiri atau ke toilter sendiri. Saat ini terganggu, maka anak akan merasa frustrasi.

Sedangkan pada usia yang lebih besar, masa sekolah dan remaja, bisa muncul perasaan inferior, frustrasi, dan rasa tidak berdaya atau terisolir dari teman-temannya.

Dukungan yang bisa diberikan adalah dengan memperkuat komunikasi dengan keluarga, misalnya dengan menjelaskan apa itu kanker dan pengobatannya. Selain itu komunikasi pada hal yang lebih praktikal terkait ketidaknyamanan karena pengobatan, dan juga pendekatan interpersonal dan emosi. 

Baca juga: Sedang Butuh Banyak Uang untuk Pengobatan Kanker Darah Anaknya, Denada Berniat Jual Rumah Mewah

Baca juga: Dua Tahapan Pengobatan Kanker Sesuai dengan Tata Laksana Terstandar

"Penting untuk mengusahakan anak tetap terhubung dengan teman-temannya agar mereka tetap gembira, meskipun mereka lebih sering tidak bisa datang ke sekolah karena penyakitnya," jelas dr. Fransiska dalam webinar Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) tentang 'Peran Paliatif pada Anak dengan Kanker' belum lama ini

Agar anak terhindar dari stres, usahakan menormalisasi kegiatannya, misalnya dengan tetap mengikutitsertakannya dalam pelajaran, atau kegiatan yang bisa dilakukan sebelum sakit.

Semua dukungan, termasuk emosi dan spiritual, akan membuat anak tetap positif dan menerima kondisinya.

Orangtua juga bisa memanfaatkan teknologi seperti konsultasi medis jarak jauh dengan psikiater, atau berbagi dengan sesama penderita kanker di komunitas.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved