Breaking News:

Berita Nasional

Dorong Pertumbuhan Industri & Buka Lapangan Kerja, APPNINDO Minta Pemerintah Tinjau Ulang Cukai Vape

Dorong Pertumbuhan Industri dan Buka Lapangan kerja, APPNINDO Minta Pemerintah Tinjau Ulang Cukai Vape. Berikut Alasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Shutterstock
Ilustrasi Rokok Elektrik 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO) menilai, skema cukai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), khususnya rokok elektrik (vape), masih memerlukan perbaikan.

Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan industri dan membuka lapangan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua APPNINDO Roy Lefrans Wungow.

Dirinya menilai, banyak ketimpangan dalam sistem regulasi saat ini yang menerapkan cukai vape sistem tertutup 11 kali lebih tinggi daripada vape sistem terbuka.

Pemerintah menerapkan sistem cukai ad valorem untuk HPTL.

Dalam skema ini, vape dengan sistem terbuka dan tertutup dikenakan cukai 57 persen. Perbedaannya, cukai sistem terbuka dihitung dari harga per mililiter liquid, sedangkan vape sistem tertutup dibebankan perhitungan berdasar pada harga per kontainer.

Akibatnya, cukai untuk sistem tertutup jauh lebih tinggi.

Padahal, sistem kontainer tertutup ini memiliki risiko yang relatif lebih rendah, mengingat minimnya potensi kontaminasi, mulai dari produksi hingga digunakan oleh konsumen.

Baca juga: Pemberhentian 56 Pegawai KPK Dinilai Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi Adalah Keputusan Tegas

Baca juga: Tragedi Rimbun Air, Kopilot Fajar Sempat Video Call Istri, Ingin Tengok Putranya Sebelum Terbang

“Karena pada vape sistem tertutup, konsumen tidak bisa menggunakan e-liquid selain yang sudah ada disediakan oleh produsen di dalam cartridge-nya," ujar Roy Lefrans Wungow pada Rabu (15/09/2021).

"Konsumen juga tidak bisa mengubah atau mengganti atomizer (coil dan kapasnya) sehingga memastikan tidak adanya malafungsi ataupun human error," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved