Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Ariza Akui Banyak Warga Sudah Divaksinasi, Pemda Kesulitan Cari Warga yang Belum Divaksin

Warga yang keluar rumah itu umumnya sudah divaksin jadi memang bukan kami tidak bisa bikin 100.000 per hari (vaksinasi)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/ Yolanda Putri Dewanti
Wagub DKI Ariza Patria di Balai Kota DKI 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim, pemerintah daerah kesulitan mencari warga yang belum divaksin karena saking banyaknya yang divaksin.

“Sekarang ini (vaksinasi) agak menurun karena jumlahnya sudah mencapai 100 persen. Jadi sudah banyak sekali sekarang yang sudah divaksin dan tidak mudah mengerahkan orang datang ke sentra untuk vaksin,” ujar Ariza di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (15/9/2021).

Progres vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota telah melampaui 100 persen sejak beberapa pekan lalu. Menurut Ariza, masyarakat yang belum divaksin biasanya yang hanya beraktivitas di lingkungan rumahnya atau jarang ke luar rumah.

Mereka enggan bepergian jauh karena takut terpapar atau mungkin karena memiliki riwayat komorbid. Meski begitu, Ariza menegaskan Pemprov DKI sebelumnya telah melampaui target vaksinasi harian yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo sebesar 100.000 dosis per hari.

Baca juga: Anwar Sanjaya Minta Taqy Malik Kembalikan Uang Setelah Batal Umrah April 2020, Apa yang Terjadi?

Baca juga: Terus Mencari Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Kembali Memeriksa Petugas dan Narapidana

“Warga yang keluar rumah itu umumnya sudah divaksin jadi memang bukan kami tidak bisa bikin 100.000 per hari (vaksinasi),” katanya.

“Tentu kami siap selama ini bahkan lebih dari itu tapi yang jadi masalah adalah warganya sendiri. Ini bukan animonya (rendah) tapi karena memang sudah hampir mendekati selesai. Tapi kami sedang menyisir yang belum divaksin kira-kira begitu ya,” tambah mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

BERITA SELEB

Baca juga: Sering Dihina di Media Sosial Sejak 2017, Ayu Ting Ting Sengaja Laporkan Haters Demi Masa Depan Anak

Baca juga: Ayu Ting Ting Diperiksa 4 Jam Terkait Laporannya Terhadap Haters, Jawab 15 Pertanyaan dari Penyidik 

BERITA TERPOPULER

Baca juga: Sindir Para Pembully Penghafal Quran, Rocky Gerung Bikin Aksi Tutup Kuping saat Dengar Pidato Jokowi

Baca juga: Nasib Tragis Pemuda Aceh yang Ancam Injak Bendera Merah Putih, Babak Belur di Kantor Polisi

Secara terpisah Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama mengatakan, ada kemungkinan pandemi Covid-19 di Ibu Kota berakhir paling cepat awal 2022. Namun masyarakat setiap hari akan tetap menjalani protokol kesehatan (prokes) saat keluar rumah.

“Pandemi berakhir masih bisa paling cepat mungkin awal tahun depan, tapi sesudah itu kita harus berpikir Covid tetap selalu ada dan kita tetap lakukan 3T,” kata Ngabila dalam diskusi virtual.

Baca juga: Jonathan Frizzy dan Dhena Devanka Disebutkan Akan Berdamai dan Rujuk Demi Anak-anaknya, Mungkinkah?

Baca juga: Tiga Titik Jalan dan Taman di Kecamatan Grogol Petamburan Diusulkan Dibuat Kios, Dimana Saja?

Menurutnya, untuk memastikan nol kasus Covid-19 di Jakarta merupakan hal yang sulit. Karena itu, masyarakat bakal terus hidup berdampingan dengan virus tersebut.

Karena itu, Pemprov DKI terus berupaya untuk terus menuntaskan program vaksinasi Covid-19. Pemerintah DKI harus memastikan 14 juta orang yang beraktivitas di Jakarta sudah divaksin.

“Harapan kita nantinya tidak hanya 11 juta penduduk DKI tapi 14 juta penduduk yang beraktivitas di DKI di siang hari sudah lengkap vaksinasi dua dosis sehingga herd imunity bisa tercapai,” ujarnya.

Sementara itu beredasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, total vaksin Covid-19 yang sudah disuntikan kepada warga mencapai 17.147.588 dosis. Rinciannya, dosis pertama mencapai 10.124.301 dosis, sedangkan dosis kedua 7.023.287 dosis.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved