Breaking News:

Susahnya Jadi Orangtua Saat Anak Belajar Daring, Pikiran Terbelah Urusan Rumah dengan Pekerjaan

Orang tua mengungkapkan sulitnya berperan saat anak belajar daring, karena pikiran terbelah antara urusan rumah dan pekerjaan.

Wartakotalive.com/Miftahul Munir
PTM Hari Ketiga, siswa-siswi Kelas III SDN 07 Ciracas mengaku senang belajar di sekolah karena bisa bertemu teman dan guru, Jumat (3/9/2021). 

Sementara untuk berinteraksi dengan guru tidak semudah bertatap muka seperti biasanya. 

“Kalau nanya ke guru kan enak, langsung dijelasin jadi masuk. Kalau di rumah, saya sendiri, mau buat jelasin juga kurang,” tuturnya. 

Suneri pun ada kekhawatiran pendidikan yang didapat dengan cara daring tidak akan maksimal sebagai bekal untuk menimba ilmu yang lebih tinggi lagi daripada sekarang. 

Baca juga: Sekolah di DKI Jakarta yang Melakukan PTM Bertambah, dari 610 menjadi 1.500 Pada September ini

“Ada khawatir juga, guru kan lebih detil (jelasin) kalau langsung. Kadang kita musti nanya di online (belajar daring),” ujarnya. 

Sementara seorang peserta didik, Zhelda Kifani (12) merasa lebih nyaman dengan kegiatan PTM ketimbang daring yang terasa membosankan. 

“Senang banget (PTM) karena bisa langsung dijelasin guru, jadi gampang dimengerti soalnya,” ungkap siswa kelas 6A SDN Pegangsaan Dua 06 itu. 

Baca juga: RATUSAN Sekolah di Jakarta Barat Bersiap Lakukan PTM Tahap 2 dengan Mengisi Asesmen

Menurut Zhelda, belajar daring membuatnya kesulitan untuk berinteraksi dengan guru saat menghadapi pelajaran yang tidak dimengerti. 

“Kalau di rumah susah, kalau dikasih penjelasan pas daring susah kalau mau nanya, musti lewat Google Meet,” ungkap Zhelda. 

Ditambah kuota internet yang dihabiskan untuk mengikuti pembelajaran secara daring tidak lah sedikit. Sehingga ia pun berharap agar PTM bsia terus digelar supaya juga bertemu temannya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved