Breaking News:

Susahnya Jadi Orangtua Saat Anak Belajar Daring, Pikiran Terbelah Urusan Rumah dengan Pekerjaan

Orang tua mengungkapkan sulitnya berperan saat anak belajar daring, karena pikiran terbelah antara urusan rumah dan pekerjaan.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Max Agung Pribadi
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
PTM Hari Ketiga, siswa-siswi Kelas III SDN 07 Ciracas mengaku senang belajar di sekolah karena bisa bertemu teman dan guru, Jumat (3/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KELAPAGADING - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang digelar mulai 30 Agustus 2021 kemarin menjadi angin segar bukan hanya para peserta didik tapi juga mereka yang menjadi orangtua murid. 

Salah satu orangtua murid, Suneri (32) mengaku bersyukur dengan adanya PTM.

Pasalnya sang buah hati kini menjadi lebih bersemangat saat PTM ketimbang belajar secara daring. 

“Lebih efektif dan anak saya lebih semangat tatap muka dan saya juga sebagai orangtua jadi lebih terbantu dengan tatap muka,” kata Suneri, saat akan menjemput anaknya SDN Pegangsaan Dua 06, Jakarta Utara, Kamis (10/9/2021). 

Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Jakarta Belum Putuskan PTM Dilaksanakan Setiap Hari

Menurut Suneri, belajar daring tidak efektif bagi anaknya yang duduk di kelas 6A SDN Pegangsaan Dua 06. Pasalnya anak juga menjadi kurang serius saat tidak berhadapan dengan guru. 

Ditambah lagi pekerjaan Suneri sebagai anggota PPSU Pegangsaan Dua juga membuat pikirannya terbelah antara harus mengurus anak ikut belajar daring dengan tugas di luar rumah. 

“Di rumah kendalanya anak diajarin orangtua nggak kayak sama guru, disuruh cepat malah santai. Kita juga kan ada kerjaan lain, ngajarin anak lebih efektif PTM,” ucapnya. 

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta akan Menambah 890 Satuan Pendidikan yang Menggelar PTM pada September Mendatang

Sehingga terkadang antara dirinya dengan sang buah hati ada selisih paham saat harus menemani belajar daring yang membutuhkan kuota internet tidak sedikit. 

“Saya sering berantem sama anak karena anak diajarin orangtua dan saya, orangtua nggak sabar seperti guru. Apalagi anaknya santai sementara saya pengen buru-buru, jadi anak ogah,” ujarnya.

Ditambah tidak semua pelajaran yang fiberikan guru dimengerti oleh peserta didik.

Baca juga: RATUSAN Sekolah di Jakarta Barat Bersiap Lakukan PTM Tahap 2 dengan Mengisi Asesmen

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved