Breaking News:

Pushidros TNI-AL Temukan Bahaya Baru Navigasi dan Pelayaran di Selat Bangka

Pusat Hidrologi hidros TNI-AL menemukan bahaya baru navigasi dan pelayaran di perairan Selat Bangka.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota
Danpushidrosal TNI AL Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan beri keterangan terkait penemuan kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di Selat Bangka yang membahayakan bagi keselamatan navigasi dan pelayaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Pusat Hidrologi dan Oseanografi TNI-AL menemukan kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di Selat Bangka.

Kerangka kapal itu membahayakan bagi keselamatan navigasi dan pelayaran. 

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan mengatakan hal itu bermula dari laporan kapal yang mengenai kedangkalan atau touching ground di perairan Selat Bangka. 

Baca juga: Pushidrosal TNI AL Berhasil Menemukan Kerangka Kapal pada Kedalaman 7,5 meter di Selat Bangka

Peristiwa itu terjadi dua kali pada bulan November 2020 yaitu MV Hyundai Anterp yang berbendera Marshall Island dan pada bulan Februari 2021, MV Posidana yang berbendera Norwegia. 

Menanggapi hal tersebut, Pushidrosal TNI AL mengambil langkah dengan mengirimkan Tim Survei Tanggap Segera, dan KRI Pollux 935 untuk survey investigasi ke lokasi di Selat Bangka

“Dari kegiatan survey investigasi, ditemukan ada kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di lokasi tersebut,” ucap Agung, di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (15/9/2021). 

Baca juga: Serbuan Vaksinasi di Sunter Agung, Pushidrosal TNI AL Siapkan 500 Vaksin Sinovac

Kerangka kapal yang ditemukan itu berukuran panjang 132 meter dan lebar 15 meter. Hampir seluruh badan kapal ditumbuhi terumbu karang yang dihuni berbagai jenis ikan dan biota laut.

“Temuan ini berada di sekitar recommended track alur pelayaran Selat Bangka sehingga berpotensi membahayakan perlintasan pelayaran pada alur tersebut,” kata Agung. 

Sementara dengan peralatan Sidescan Sonar dan juga konfirmasi visual lewat Remotely Operated Vehicle (ROV), kapal itu adalah MV. Pagaruyung yang tenggelam pada September 2003 silam. 

Sehubungan dengan temuan kerangka kapal yang berada tepat pada alur pelayaran di perairan Selat Bangka, Pushidrosal akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. 

“Nanti Kementerian Perhubungan yang akan menindaklanjuti soal posisi kapal ini yang sudah ada banyak terumbu karang,” ungkap Agung. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved