Breaking News:

PTM Sudah Diberlakukan, Suneri Senang Melihat Anaknya Bersemangat Ikut Pembelajaran Tatap Muka

PTM lebih efektif dan anak saya lebih semangat tatap muka dan saya juga sebagai orangtua jadi lebih terbantu dengan tatap muka

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Suasana kegiatan PTM di SDN Pegangsaan Dua 06, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Persoalan tersebut di antaranya soal tidak semua anak-anak memiliki perangkat teknologi, kuota data, pendampingan terbatas dari orang tua.

Bukan hanya itu, dalam waktu lima jam penerapan PJJ, anak-anak menggunakan internet diperkirakan hanya 30 persen untuk kepentingan pembelajaran.

Sisanya anak-anak memakai waktu di dunia maya bermain game perang-perangan, nonton YouTube yang tidak ada kaitanya dengan pembelajaran.

Interaksi antar guru dan siswa dalam pelaksanaan PJJ menurut Jasra sangat terbatas, metode pembelajaran dengan cara ceramah dan satu arah bagi anak merupakan kegiatan yang membosankan. 

"Maka dalam evaluasi yang kita lakukan bahwa PJJ belum efektif mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan mengasikan bagi anak," terang Jasra.

Bisa dilihat ketika anak-anak berlama-lama melakukan permainan atau game, hal itu karena permainan tersebut memiliki tantangan dan menarik perhatian anak.

Baca juga: Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara Tidak Mau Tahu Jenis Kelamin Bayi Sampai Dilahirkan, Mengapa?

Baca juga: Tim DVI RS Polri Kembali Identifikasi 7 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

Oleh sebab itu, jika belajar dan pembelajaran anak berkurang perhatianya maka akan terjadi loss learning dan kesempatan belajar yang berkualitas tidak didapatkan oleh banyak anak dalam situasi ini.

Menurut Jasra, PJJ harus dilakukan evaluasi secara terus-menerus untuk mendapatkan formulasi yang bisa dilaksanakan oleh guru serta murid dalam melakukan pembelajaranya. 

Sebab dalam situasi pandemi ini model pembelajaran luring dan daring merupakan model pembelajaran yang harus dilakukan kedepanya. 

Apalagi jika pandemi ini belum usai maka dua model pembelajaran ini menjadi pilihan yang terus dilakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved