Breaking News:

Disentil Soal Pungli, Dirlantas Polda Metro Jaya Pamerkan Aplikasi Sinar

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjawab petisi pegiat anti korupsi Emerson Yuntho terkait pungutan liar pengurusan SIM.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat Pelaksanaan crowd free night di Bundaran Senayan, Jakarta, Minggu (12/9/2021) 

Sebelumnya diberitakan pengurusan SIM dinilai sulit, Pegiat Antikorupsi Emerson Yuntho meyakini bahwa pembalap dunia sekelas Valentino Rossi saja sulit mendapatkan SIM C di Indonesia.

Hal itu Emerson tuangkan dalam surat dan petisinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Politik Hukum dan HAM Mahfud MD, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dalam surat itu, Emerson mengaku sudah 20 tahun merasa resah dan prihatin dengan pelayanan publik di Indonesia.

Khususnya dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) dan Satuan Administrasi SIM (SATPAS) yang hingga saat ini belum bebas dari praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan.

Menurur Emerson, praktik pungli dan calo di SAMSAT dan SATPAS hampir merata terjadi di seluruh Indonesia.

Baca juga: Resah Masih Banyak Pungli, Emerson Yuntho Nilai Valentino Rossi Pun Sulit Dapat SIM C di Indonesia

"Sudah banyak keluhan disampaikan warga baik secara resmi atau melalui media sosial, jikapun keluhan ditindaklanjuti namun perbaikan hanya berjalan semusim. Tidak lama pungli dan calo muncul kembali," kata Emerson dalam petisi yang ditulisnya Selasa (14/9/2021).

Dalam petisi yang diunggah di Change.org itu, Emerson juga mengatakan bahwa warga seringkali dipaksa atau terpaksa melakukan tindakan melanggar hukum dengan cara menyuap atau memberikan uang (gratifikasi) kepada oknum petugas SAMSAT.

Dimana warga harus membayar sesuatu tidak semestinya dan tanpa bukti penerimaan yang sah.

Pun kata Emerson, praktik pungli dan percaloan juga terjadi dalam urusan pembuatan dan perpanjangan SIM di SATPAS.  

Dalam kepengurusan SIM itu, warga juga dianggap kerap mengeluhkan ujian teori yang tidak transaparan dan ujian praktik perolehan SIM yang dinilai tidak masuk akal. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved