Breaking News:

Komnas HAM Besok Akan Meminta Keterangan Pimpinan KPI dan Kepolisian

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan, Komnas HAM akan menggali keterangan dari pimpinan KPI pada pukul 09.00 WIB.

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengungkapkan perkembangan kasus perundungan pegawai KPI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pimpinan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Polres Metro Jakarta Pusat dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (15/9/2021).

Pemeriksaan kepada dua pimpinan lembaga tersebut dimaksudkan untuk menyelidiki adanya dugaan pembiaran pada kasus pelecehan seksual dan perundungan oleh pegawai KPI yang menimpa MS di Kantor KPI.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan, Komnas HAM akan menggali keterangan dari pimpinan KPI pada pukul 09.00 WIB.

Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan pihak Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 13.00 WIB. “Jadwalnya KPI dulu pagi, baru siangnya dari kepolisian,” kata Beka saat dihubungi pada Selasa (14/9/2021).

Kepada komisoner KPI, Komnas HAM bakal menanyakan terkait kronologi peristiwa pelecehan dan perundungan hingga proses investigasi internal yang sudah dan akan dilakukan.

Baca juga: Hadirkan Hunian Sehat, PanaHome Luncurkan 18 Smart Home dengan Complete Air Management System

Baca juga: Legislator PSI Duga Ada Makelar Tanah dalam Proyek Normalisasi Kali Ciliwung

“Kalau dari KPI tentu saja soal kronologi peristiwa versi KPI, bagaimana respons yang sudah dijalankan oleh KPI, dan langkah kedepannya seperti apa,” kata Beka.

Kemudian, Komnas HAM juga akan menggali keterangan Polres Metro Jakarta Pusat terkait adanya dugaan pembiaran pada kasus ini.

Komnas HAM akan memastikan apakah benar korban MS pernah mencoba melaporkan pelecehan yang dialaminya ke Polsek Gambir pada tahun 2019 dan 2020.

Melalui surat terbukanya yang ia tulis pada Rabu (1/9/2021), MS mengaku sudah pernah melaporkan hal tersebut ke atasan dan Polsek Gambir, namun laporannya tak pernah ditindaklanjuti.

“Apakah soal dugaan korban melapor ke polisian benar atau tidak, proses yang sudah dijalankan selama ini seperti apa,” lanjut Beka.

Baca juga: Buka Lapangan Kerja, LMK Panggang Wisata Bahari & PT Nusantara Regas Gelar Sertifikasi Selam Rescue

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved