Breaking News:

Ibu Korban Lapas Tangerang: Kenapa Cuma Blok C2 Yang Terkunci dan Terbakar?

Evi berharap negara mengusut tuntas penyebab kebakaran yang dinilainya janggal hingga menewaskan puluhan napi, termasuk anaknya.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan L Q
Ibunda Petra Eka, Evi Nilasari (48) mengenang anaknya sebagai sosok yang lembut dan penuh kasih mesra. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Evi Nilasari (48), ibunda Petra Eka bin Suhendar, korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, buka suara terkait peristiwa kebakaran di lapas itu, Rabu (8/9/2021) lalu.

Evi berharap negara mengusut tuntas penyebab kebakaran yang dinilainya janggal hingga menewaskan puluhan napi, termasuk anaknya.

Diketahui, kebakaran terjadi sekira pukul 01.45 dini hari, di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang.

“Harus diusut itu kebakarannya. Ada apaan ya kok bisa itu (terbakar). Harus pengin cari tahu gitu, kok cuma C2 aja, yang lain enggak,” kata Evi di TPU Menteng Pulo 2, Selasa (14/9/2021).

Evi juga merasa heran mengapa Blok C2 yang berbentuk paviliun-paviliun terkunci saat kebakaran terjadi.

Tak hanya itu, wanita asal Maluku tersebut mengungkap adanya pembayaran uang sewa kamar.

Petra Eka pernah mengeluhkan kondisi hidup dalam penjara, terutama di aula, bila tidak membayar uang sewa kamar.

“Terus dengar-dengar juga bayar. Terus Blok C2 kok kekunci. Coba deh pihak Lapas 1 Tangerang tunjukin keadilan buat anak saya,” tambahnya.

Petra Eka yang terjerat dalam kasus narkoba sebenarnya akan bebas lima bulan lagi,nsebelum kebakaran tersebut terjadi.

Lebih lanjut, Evi mengatakan, korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan Instagram, Sabtu (4/9/2021).

“Nah, tanggal 4 dia itu sewa HP buat hubungin ke kita. Dia minta uang untuk sewa kamar, itupun video call melalui IG, bukan melalui WA,” ujar Evi. (m31)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved