Breaking News:

lifestyle

Kondisi Mental Penderita Long Covid-19 Rentan Terpengaruh, Akibat Gejala Penyakit yang Terus  Muncul

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan,  kebanyakan kasus infeksi Covid-19 akan pulih dan kembali sehat dalam jangka waktu beberapa minggu. 

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
Dok. Humas Pemprov Jateng
Para pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi terpusat di BPSDMD Jateng tampak menikmati hiburan yang dihadirkan bergantian oleh mahasiswa dari Grup Keroncong Angon Mbulan UIN Walisongo, Mahesa Band (UIN Walisongo), Teater Gema Universitas PGRI Semarang dan Teater Emka Universitas Diponegoro, Senin (2/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan,  kebanyakan kasus infeksi Covid-19 akan pulih dan kembali sehat dalam jangka waktu beberapa minggu. 

Namun, beberapa kasus dapat menunjukkan gejala yang berlangsung lebih lama atau bahkan berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif.

Kondisi ini disebut sebagai Long Covid-19.

Sebanyak 5-20 persen pasien Covid-19 mengalami Long Covid-19 lebih dari 4 minggu. Dan  diperkirakan 1 tiap 10 pasien Covid-19 dapat mengalaminya hingga lebih dari 12 minggu.

Walaupun penderita tidak menularkan virus pada tahap ini, beberapa pasien mengalami komplikasi medis yang mungkin mengakibatkan efek kesehatan yang berkepanjangan.

Baca juga: Banyak Pasien Covid-19 Isoman Alami Perburukan, IDI Himbau Masyarakat Tak Takut ke Dokter

Baca juga: Pasien Covid-19 Dengan Komorbid Bisa Lakukan Isoman, Perhatikan Obat dan Saturasi Oksigen

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD mengatakan, Long Covid-19 adalah apabila setelah empat pekan sejak mulai merasakan gejala Covid-19 sampai dinyatakan negatif, masih timbul gejala sisa. 

Gejala ini dapat berupa sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan. 

Meskipun gejala Long  Covid-19 ini bisa diatasi secara medis, pasien Covid-19 perlu tetap selalu waspada. 

Apabila mengalami Long Covid-19, pasien harus lebih hati-hati dalam melakukan kegiatan sehari-hari, namun bukan berarti berhenti sepenuhnya.

Baca juga: Pencernaan Sehat Menjaga Daya Tahan Tubuh, Terapkan Pola Makan Gizi Seimbang

Baca juga: Kecukupan Mineral Penting untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Virus Corona

"Pasien harus mengatur kegiatan mereka agar tidak terlalu kelelahan, melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan, dan lakukan kegiatan fisik dengan teratur agar otot-otot tetap bekerja," ujar dr. Jeffri di acara Good Talk.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved