Banjir Jakarta

UPDATE Tinggi Muka Air Seluruh Pintu Air di Jakarta, Bogor dan Depok Minggu 12 September 2021

Tinggi muka air di seluruh pintu air di Jakarta, Bogor dan Depok berdasarkan pantauan Dinas SDA DKI Jakarta, Minggu (12/9/2021) pukul 06.00 WIB

Warta Kota/alex suban
Cuaca di sekitar pintu air di Bendung Katulampa Bogor, mendung tipis, Minggu (12/9/2021) pukul 06.00 WIB. Foto ilustrasi: Bendung Katulampa, Bogor. 

8. Waduk Pluit ketinggian minus 190 cm cuaca mendung tipis    (Siaga 4)

9. Pasar Ikan (kali/laut)  ketinggian  -228/180 cm cuaca mendung tipis    (Siaga 4)

Baca juga: Lagi Isolasi Mandiri? Berikut Cara Agar Bisa Mendapatkan Bantuan Pangan Dari Dinsos DKI

10. PA Marina Ancol (kali/laut) ketinggian 165/170 dengan cuaca mendung tipis  (Siaga 4)

11. Cipinang Hulu ketinggian 80 cm dengan cuaca terang (Siaga 4)

12. Sunter Hulu ketinggian 80 cm dengan cuaca terang   (Siaga 4)

13. Pulo Gadung ketinggian 330 cm dengan cuaca  terang (Siaga 4).

Baca juga: VIRAL, Jekklip Nikahi 2 Gadis dalam Sepekan, Begini Rahasia Pemuda Sumsel Ini Taklukkan Hati Wanita

Mengenal Arti Status Siaga Tinggi Muka Air, Sang Pertanda Datangnya Banjir

Sebelum banjir melanda Ibu Kota, BPBD DKI Jakarta akan merilis bahwa beberapa pintu air telah menunjukkan kenaikan muka air dan status siaganya.

Seperti Pintu Air Manggarai yang statusnya naik menjadi Siaga 2 dan Pintu Air Karet yang berstatus Siaga 1.

Status pintu air ini sebenarnya bisa dijadikan acuan masyarakat untuk mengatasi banjir yang datang.

Lantas, bagaimanakah kita bisa membaca status ketinggian muka air tersebut?

Seperti yang tertuang pada Modul Sistem Informasi Banjir yang disusun oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi Kementerian PUPR, status siaga banjir merupakan hasil analisa dari informasi yang didapatkan dari stasiun-stasiun pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) yang ada di sungai-sungai.

Baca juga: Sekjen DPP Joker Datangi KPK Serahkan Laporan Tentang Kinerja Kuangan Perusahan Daerah

Semakin tinggi TMA-nya, kian tinggi pula status siaganya.

Siaga 4: Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan dikemanakan arah air cukup dilakukan oleh komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved