Breaking News:

Berita Video

VIDEO Pemprov DKI Akan Tindak Tegas Pedagang yang Jual Daging Anjing di Pasar Senen

"Saya belum mendapat informasi dari Pasar Jaya, belum dapat laporannya," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/09/21).

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR -- Pemprov DKI Jakarta akan beri tindakan tegas apabila terbukti adanya penjualan daging anjing di Pasar Senen Blok III, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai diketemukannya penjualan daging anjing di wilayahnya.

"Saya belum mendapat informasi dari Pasar Jaya, belum dapat laporannya," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/09/21).

Orang nomor dua di Ibu Kota ini menegaskan bahwa bila terbukti, ia akan meminta aparat untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas dan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Saya belum mendapat informasi dari pasar jaya, laporannya. Nanti jika benar, ini akan ditindak tegas dan dan diberi sanksi sesuai ketentuan," ucapnya.

Diketahui, Animal Defenders Indonesia mengklaim menemukan penjualan daging anjing di Pasar Senen Blok III, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Pendiri Yayasan Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, menyebut hal ini diketahui setelah pihaknya menginvestigasi lokasi tersebut pada 7 September 2021.

"Pada investigasi yang dilaksanakan 7 September 2021, ditemukan penjualan daging anjing di Pasar Senen Blok III, dimana penjualannya berada di tengah-tengah bahan pangan lainnya," kata Doni, kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

"Berbagai pelanggaran telah terjadi, antara lain Undang-Undang (UU) Perlindungan Konsumen, UU Pangan, UU Peternakan, serta potensi pidana dari sindikat pencurian hewan peliharaan yang memasok anjing sebagai makanan," tambahnya.

Lanjutnya, kata dia, padahal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim wilayahnya bebas rabies sejak 2004.

Namun, menurut Doni, mereka terkesan membiarkan tindakan atas penjualan daging anjing.

"Terutama pembiaran atas masuknya transportasi pengiriman dari wilayah Jawa Barat seperti Sukabumi, Tasik, Garut, Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan Ciamis yang masih banyak ditemukan kasus rabies," ucapnya.

Ia juga mengatakan, hal ini menjadi ancaman terbuka atas masuknya panyakit rabies ke wilayah DKI Jakarta.(m27)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved