Berita Nasional

Ferry Juliantono Desak Penuntasan Agenda Reformasi 1998: Kita Butuh ‘Revolusi’ Sistem Ekonomi

Ferry Juliantono Desak Penuntasan Agenda Reformasi 1998: Kita Butuh ‘Revolusi’ Sistem Ekonomi. BErikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono 

“Namun, demokratisasi bidang ekonomi terseok-seok. Penyebabnya karena usaha reformasi bidang ekonomi tidak atau kurang mengacu kuat pada jatidiri ekonomi Indonesia, yaitu Ekonomi Gotong-royong
berdasarkan Pasal 33 UUD 1945,” tegas Ferry.

Pasal 33 memang tidak diamandemen, kata Ferry.

“Namun secara praksis sistem ekonomi kita sangat liberal dan kapitalistik. Itulah yang menyebabkan semua indikator pembangunan kita diarahkan kepada satu tujuan yaitu pertumbuhan ekonomi,” jelas Ferry lagi.

Ferry tidak menampik bahwa pertumbuhan ekonomi penting bagi sebuah  negara bangsa.

Namun, pertumbuhan yang tidak mempedulikan pemerataan justru melahirkan kemiskinan, rentan miskin, dan kesenjangan sosial.

“Kesetaraan dan keadilan sangat jarang kita lihat dan kita rasakan. Inilah sebenarnya yang ingin saya perjuangkan sebagai aktivis dan sebagai orang partai,” ungkap Ferry.

“Jadi, memang harus ada revolusi perubahan sistem ekonomi kita," tambahnya.

Kekuasaan yang ada dijelaskan Ferry harus memberikan kesempatan yang sama kepada semua
anak bangsa, semua pelaku usaha yang berujung pada pemerataan pembangunan.

Aspek equality seharusnya menjadi indikator pembangunan nasional, bukan pertumbuhan.

“Kita harus tetap percaya bahwa partai politik adalah salah satu alat untuk memperjuangkan tujuan menyejahterakan rakyat. Namun kita juga tidak boleh hanya menggantungkan ide-ide perubahan hanya pada partai politik," jelas Ferry.

"Tugas kita, apalagi sebagai aktivis, harus tetap menggunakan kekuatan sendiri tadi, yaitu kekuatan ekonomi rakyat, untuk bisa mengartikulasikan keinginan dan tujuan kita untuk kembali ke sistem ekonomi konstitusional,” tuturnya.

“Inilah saatnya kekuatan rakyat, tentu bersama partai politik, untuk mengambil porsi penting dalam perjuangan cita-cita perubahan," tutup Ferry.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved