Breaking News:

Pelecehan Seksual di KPI

Penyelidikan Sedang Berjalan, Polisi Menolak Laporan Balik dari Terduga Pelaku Perundungan di KPI

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, membeberkan alasan polisi menolak laporan terduga pelaku pelecehan seksual di KPI.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, membeberkan alasan polisi menolak laporan terduga pelaku pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Menurut Yusri, polisi menolak, karena kasus terduga pelaku pelecehan yang melibatkan EO dan RT masih berjalan di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Dua dari lima pria itu dilaporkan atas kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa pegawai KPI lainnya yang berinisial MS.

Kasus perundungan yang mengarah pelecehan itu kini ditangani oleh Mapolres Metro Jakarta Barat.

Karena penyelidikan masih berjalan itulah, Yusri mengucapkan bahwa pihaknya masih belum dapat menerima laporan EO dan RT.

"Jadi, misalnya saya dituduh mencuri. Ini sedang diproses polisi. Tetapi tiba-tiba saya nggak terima dan saya laporkan pencemaran nama baik. Boleh enggak? Kan ini belum selesai masalah yang satu," kata Yusri dikonfirmasi Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Niat Laporkan Korban Pelecehan di KPI, Kuasa Hukum Pulang Bawa Tangan Kosong

Baca juga: Terlapor Pelecehan Seksual di Kantor KPI Bakal Laporkan Warganet ke Polisi

Baca juga: Izinkan Saipul Jamil Tampil di TV Asalkan Konteks Edukasi, Ketua KPI Dikecam Netizen, Ngopi Dulu Pak

Yusri berujar bahwa jika kasus selesai dan hasilnya EO dan RT dinyatakan bersalah, maka keduanya tak dapat melaporkan MS atas pencemaran nama baik.

Terkecuali hasil penyelidikan menyatakan keduanya tidak bersalah.

Maka EO dan RT dapat melanjutkan laporan di kepolisian atas pencemaran nama baik.

"Jadi ini masih penyelidikan dan penyidikan. Masa langsung dilaporkan lagi pencemaran nama baik," ujar Yusri.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved