Breaking News:

Berita Video

Niat Laporkan Korban Pelecehan di KPI, Kuasa Hukum Pulang Bawa Tangan Kosong

Denny mengatakan bahwa pihaknya tadinya berencana melaporkan kasus pencemaran nama baik yang menimpa kliennya EO dan RT.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -Pelaporan balik yang dilayangkan oleh terduga pelaku pelecehan terhadap pegawai KPI inisial MS belum diterima kepolisian.

Kuasa hukum pelapor EO dan RT, Denny Hariatna keluar dari Mapolda Metro Jaya tanpa membawa surat laporan polisi pada Jumat (10/9/2021) malam di Semanggi, Jakarta Pusat.

Denny mengatakan bahwa pihaknya tadinya berencana melaporkan kasus pencemaran nama baik yang menimpa kliennya EO dan RT.

Diketahui, EO dan RT merupakan beberapa terduga pelaku yang dilaporkan atas pelecehan terhadap salah satu pegawai KPI inisial MS.

"Kami ingin melakukan laporan atas hal-hal yang dialami oleh klien kami telah terjadi kerugian secara imateril karena pascarilis dari pelapor perkara 289 KUHP itu klien kami secara cyber dibully," ujar Denny kepada awak media.

Denny mengatakan pihaknya berencana melaporkan peristiwa perundungan di media sosial itu dengan tiga pasal yakni 310 KUHP, 311 KUHP terkait pencemaran nama baik, dan pelanggaran UU ITE.

Kata Denny, gara-gara rilis yang dibuat MS, kliennya dirundung di media sosial. Sebab rilis tersebut memuat nama-nama terduga pelaku dengan gamblang.

Maka dari itu kata Denny, pihaknya berencana membuat laporan di dua tempat di Direktorat Kriminal Umum dan Kriminal Khusus.

Namun saat ditanya terkait surat laporan, Denny mengatakan bahwa pelaporan tersebut belum diterima pihak kepolisian.

Ia berdalih bahwa pihaknya masih perlu melakukan verifikasi dan konsultasi terhadap pelaporan tersebut.

"Kami minta diproses, memang laporan sedang dianalisis masih ada proses tambahan, kami berkoordinasi dengan petugas yang ada disini," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan kelima terduga pelaku pelecehan seksual dan penindasan karyawan KPI berencana membuat laporan balik kepada MS.

Alasan rencana pelaporan terhadap MS itu dilakukan lantaran para terduga pelaku dan keluarganya menjadi sasaran perundungan di media sosial. 

Kuasa hukum RE dan EO, Tegar Putuhena dan kuasa hukum RM, Antin Febrianto mengatakan akan membuat laporan balik untuk MS ke pihak kepolisian.

“Kami berpikir dan akan menimbang secara serius untuk melakukan pelaporan balik terhadap si pelapor,” kata Tegar Putahena, Senin (6/9/2021).(Des)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved