Breaking News:

Lifestyle

Gerakan Dasar Tanpa Peralatan Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan banyak di rumah saja, membuat masyarakat menjadi kurang gerak. 

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
Lifealth
Ilustrasi olahraga di rumah. 

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang mengharuskan banyak di rumah saja, membuat masyarakat menjadi kurang gerak. 

Mager atau males gerak, rebahan, sedentary jadi kebiasaan sehari-hari.

Di satu sisi, konsumsi makanan justru banyak. Akibatnya berat badan menjadi meningkat. 

Ibnu (28) mengaku sejak pandemi mengalami kenaikan berat hingga 21 kg.

Sebelum pandemi beratnya 70 kg dengan tinggi 176 cm, dan kini mencapai 91 kg. 

Baca juga: Anlene Dukung Superball Run 2020 Sebagai Bagian dari Kampanye Ayo Indonesia Bergerak

Baca juga: Harga Terjangkau, Kelas Online R Fitness Dorong Masyarakat Tetap Aktif Olahraga di Rumah

"Biasanya ngegym, tempat gym tutup, lari juga ngga.  Kalo ke kantor menuju ke stasiun kereta pasti gerak,  di kereta juga gerah. Lari-lari kadang kejar kereta. Sementara WFH biar tidak bosen jadi banyak ngemil," paparnya.

Berat yang meningkat membawa konsekuensi kolesterol dan tekanan darah mulai naik. Iapun panik.

Dan akhirnya mulai melakukan olahraga teratur walaupun di rumah saja dan mulai menjaga makan.

Secara perlahan, beratnya mulai turun menjadi 85kg dalam waktu sekitar 2 minggu. 

Baca juga: Realme Luncurkan Gelang untuk Temani Aktivitas Olahraga di Rumah

Baca juga: Pencernaan Sehat Menjaga Daya Tahan Tubuh, Terapkan Pola Makan Gizi Seimbang

Target awal tahun, beratnya mencapai semula menjadi 70 kg. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved