Berita Regional

Jokowi Kunjungi Jogja, Mural-mural Bernada Kritikan di Beberapa Sudut Kota Dihapus

Sarwanto mengatakan, setiap hari Jumat pihaknya berkeliling untuk melakukan penghapusan vandalisme-vandalisme yang ada di Wirobrajan

Editor: Feryanto Hadi
KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO
Pol PP saat menghapus vandalisme di sekitar simpang empat Wirobrajan, Jumat (10/9/2021) 

"Besok beliau ke Gedung Agung, dan memantau vaksinasi kemungkinan besar juga memantau vaksinasi di SLB dan Jumatan," katanya.

Baca juga: Gubernurnya Legowo Dikritik, 4 tahun Berturut-turut Indeks Demokrasi di Jakarta Tertinggi Nasional

Setelah Jumatan lanjut Aji, Presiden Jokowi juga berencana akan meresmikan gedung Muhammadiyah di Sedayu.

"Meresmikan gedung Muallimin Muhammadiyah di Sedayu, kunjungan peninjauan vaksinasi dan ke Kepatihan," kata dia.

Kritik melalui mural

Budayawan Kota Mujafi Solihin atau yang biasa dipanggil Bang Miing mengungkapkan bahwa, pada situasi saat ini menyampaikan keresahan masyarakat lewat seni kepada pemerintah adalah hal yang efektif.

Baca juga: Mural 404: Not Found Mirip Jokowi Dihapus, Warganet Heran Polisi Sebut Jokowi Lambang Negara

Pasalnya, saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) Level 4 yang masih berlangsung hingga saat ini, cukup membuat masyarakat untuk menyuarakan keinginan mereka.

Oleh karena itu, Miing meminta pemerintah untuk menemui langsung pembuat mural tersebut daripada dilakukan pencarian oleh pihak kepolisian.

"Jika ada bentuk aspirasi masyarakat, membuat pihak tersinggung pihak tertentu, sebaiknya ditemui secara baik-baik apa penyebabnya," ujar Miing saat diwawancarai Wartakotalive.com, Senin(16/8/2021).

"Menumui pembuat mural seperti itu mudah, kan ada aparat terkecil, yaitu tingkat RT, RW, Kelurahan. Aparat tersebut bisa menyambung ke pemerintah kota bahkan sampai ke presiden," imbuhnya.

Menurut Miing lokasi pembuatan mural tersebut berada di wilayah yang rentan akan keluhan-keluhan masyarakat.

Sebab, banyak masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah kelurahan Batu Jaya tersebut, tergusur akibat proyek nasional pembangunan Rel Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan juga jalan Tol Bandara Soetta.

Baca juga: VIDEO : Mural Bergambar Wajah Mirip Presiden Jokowo: 404 Not Found Kini Berwarna Hitam

Miing menduga, tindakan pembuatan mural yang viral di jagat dunia maya itu berkaitan dengan hal-hal yang belum terselesaikan dengan proyek nasional yang baru saja dibangun.

"Mungkin saja penyebab mereka beraspirasi seperti itu, ada hubungannya dengan urusan penggusuran proyek pemerintah yang belum terselesaikan tuntas," kata Miing.

"Atau mungkin warga sekitar lokasi penggusuran banyak yang kehilangan pekerjaan, mereka belum bekerja sampai sekarang, kan mungkin saja," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved