Banjir Jakarta

UPDATE Tinggi Muka Air Seluruh Pintu Air di Jakarta, Bogor dan Depok Kamis 9 September 2021

Begini kondisi tinggi muka air di seluruh pintu air di Jakarta, Bogor dan Depok berdasarkan pantauan Dinas SDA DKI Jakarta pada Kamis (9/9/2021).

Warta Kota/Soewidia Henaldi
Cuaca di sekitar pintu air di Bendung Katulampa Bogor, PA Depok dan sejumlah pintu air di Jakarta sebagian besar mendung tipis, Kamis (9/9/2021) pagi. Foto ilustrasi: Bendung Katulampa Bogor, Jawa Barat 

Seperti yang tertuang pada Modul Sistem Informasi Banjir yang disusun oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi Kementerian PUPR, status siaga banjir merupakan hasil analisa dari informasi yang didapatkan dari stasiun-stasiun pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) yang ada di sungai-sungai.

Semakin tinggi TMA-nya, kian tinggi pula status siaganya.

Baca juga: Ditengah Pandemi, Sequis Pacu Inovasi Produk dan Digital

Siaga 4: Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan dikemanakan arah air cukup dilakukan oleh komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

Siaga 3: Hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya genangan air di lokasi-lokasi tertentu tetapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan.

Meski demikian bila status siaga III sudah ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai kemungkinan bencana banjir.

Siaga 3, penanganannya diserahkan pada masing-masing suku dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial (Bintal Kesos) di masing-masing wilayah.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Sampah Anorganik di Jakbar Berkurang

Siaga 2: Bila wilayah genangan air mulai meluas, maka akan ditetapkan Siaga II, penanggungjawab untuk siaga 2 ini adalah Ketua Harian Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi (PBP) yaitu Sekretaris Daerah.

Siaga 1: Bila dalam enam jam genangan air tersebut tidak surut dan kritis maka ditetapkan Siaga I.

Penanggung jawab penanganan status siaga I langsung di tangan Gubernur.

Jakarta memiliki 11 pintu air dengan standar status siaga yang berbeda-beda. Tinggi Muka Air yang paling aman adalah Status siaga IV.

Ada baiknya mengenali tanda-tanda terjadinya banjir dengan mengamati curah hujan yang turun, terutama jika terjadi hujan lebat atau berlangsung lama.

Baca juga: Kasie Operasi: Dua Petugas Dishub Peras Sopir Bus Vaksinasi, Masih Terduga

Intensitas hujan yang tinggi memengaruhi volume air yang ada di sungai, waduk atau bendungan sehingga banjir kemungkinan bisa terjadi akibat luapan aliran dan tampungan air tersebut. 

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved