Breaking News:

Berita Depok

Raih Profesor Riset, Nur Mahmudi Sebut Sorgum Sebagai Pengganti Nasi Kaya Gizi dan Rendah Gula

Nur Mahmudi raih profesor riset nyatakan bahwa Sorgum sebagai pengganti nasi kaya gizi dan rendah gula.

Istimewa
Raih Profesor Riset, Nur Mahmudi Sebut Sorgum Sebagai Pengganti Nasi Kaya Gizi dan Rendah Gula. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIMANGGIS - Raih Profesor Riset, Nur Mahmudi sebut sorgum sebagai pengganti nasi kaya gizi dan rendah gula.

Profesor Riset Bidang Teknologi Pascapanen, Nur Mahmudi menganjurkan masyarakat untuk melakukan diversifikasi konsumsi pangan lokal.

Hal ini ia maksud untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu yang memiliki resiko diabetes yang tinggi. 

Adapun diversifikasi pangan yang dimaksud yakni makan atau sediaan bahan baku di rumah seperti 
jagung, sorgum, ubi jalar, singkong, talas, gembili, pisang, uwi, kacang tanah dan kacang hijau.

Baca juga: Nur Mahmudi Raih Profesor Riset Bidang Teknologi Pascapanen, Ketahanan Pangan Nasional Belum Kokoh

Dari sekian banyak opsi yang ditawarkan, Nur Mahmudi melirik sorgum sebagai salah satu sumber pangan alternatif.

Dari aspek kandungan karbohidrat, sorgum dapat menjadi sumber energi yang seimbang dengan beras.

Baca juga: Azis Syamsuddin & Lili Pintauli Siregar Terseret Kasus Suap, Petrus: Bukti Mafia Peradilan Masuk KPK

Kata Nur Mahmudi, tiap 100 gram sorgum mengandung 322 kilo kalori. Sedangkan beras mengandung 360 kilo kalori per 100 gram. 

Di rumahnya, ada 4 buah tolpes berisi sorgum,  masing-masing dengan jenis yang berbeda. Satu toples yang paling besar adalah sorgum jenis ketan jombang 

"Sorgum punya keunggulan, proteinnya lebih tinggi dari beras, 11 vs 7. Terus dari segi kalsium 4 kali lipat dari beras, 28 vs 6. Dari sisi fosfor ini dua kali lipat 280 vs 148. Kemduian zat besi, ini 7 kali lipat dari beras 4 vs 0,8," jelas Nur Mahmudi saat dijumpai di Griya Tugu Asri, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) sore. 

Nur Mahmudi Ismail bersama istri Nur Azizah Tamhid dan ketiga anaknya berfoto bersama usai dikukuhkan jadi profesor riset
Nur Mahmudi Ismail bersama istri Nur Azizah Tamhid dan ketiga anaknya berfoto bersama usai dikukuhkan jadi profesor riset (Istimewa)

Lebih lanjut, kata Nur Mahmudi, dari sisi resiko diabetes, sorgum hanya memiliki angka 41 untuk glikemik indeks. Glikemik indeks adalah kecepatan karbohidrat atau pati yang diubah menjadi glukosa atau gula darah. 

"Sorgum sampai 3 jam belum selesai jadi gula darah, tapi kalau beras 1,5 jam sudah jadi gula darah. Artinya kalo kamu habis makan nasi, 1,5 jam kemudkan akan banjir jadi glukosa, gula darahlangsung naik. Kalau sorhum sampai 3 jam belum sampai, masih tetap karbohidrat kompleks," jelas pria asal Kediri, Jawa Timur tersebut. 

Baca juga: Jangkau Vaksinasi Seluruh Warga, Gubernur Anies Ingin Kecocokan Data Akurat

Nur Mahmudi menambahkan, kadar gula darah yang rendah ada dibawah 55. Sedangkan untuk yang sedang berada di angka 55 sampai 70, dan kadar gula darah yang tinggi di kisaran angka 70 sampai 100

"Beras itu di angka 80-an. Tertinggi itu terigu, 100," pungkas Nur Mahmudi. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved