Breaking News:

Liga Italia

Kerugian Juventus Tahun ini Bisa Dua Kali Lipat Dibandingkan Tahun 2020 Karena Stadion Belum Penuh

Juventus merupakan satu-satunya klub di Italia yang memiliki sendiri stadion dan karena itu lebih banyak pendapatan datang dari penjualan tiket.

Penulis: Merdi Iskandar | Editor: Sigit Setiono

KRISIS yang dialami Juventus belum menunjukkan tanda akan selesai.

Setelah kehilangan Cristiano Ronaldo pada akhir bulan lalu, Juventus di ambang kerugian besar.

Juventus diprediksi akan menutup tahun finansial 2020-2021 dengan kerugian hingga 190,7 juta euro (Rp 3,213 triliun).

Angka kerugian itu dua kali lipat dibandingkan dengan kerugian yang dialami Juve pada musim lalu.

Kerugian itu terjadi akibat pandemi Covid-19, yang juga memberikan dampak yang besar terhadap keuangan klub-klub sepak bola di Eropa.

Seperti dilansir dari Football Italia, kerugian itu merupakan efek dari pandemi Covid-19, yang membuat semua stadion di Italia tertutup dari para suporter.

Kerugian itu pun karena tersingkirnya I Bianconeri dari Liga Champions musim lalu.

Juventus dipermalukan Empoli 0-1 lewat gol tunggal Leonardo Mancuso menit 21. Hasil itu membuat Juve terpuruk di peringkat 13. Pelatih Allegri jadi bahan olokan
Juventus dipermalukan Empoli 0-1 lewat gol tunggal Leonardo Mancuso menit 21. Hasil itu membuat Juve terpuruk di peringkat 13. Pelatih Allegri jadi bahan olokan (Twitter @empolicalcio)

Melihat angka yang dirilis oleh perusahaan induk Juventus, Exor, laman Calcio e Firanza memprediksi Juventus akan menutup tahun finansial 2020-2021 dengan kerugian mencapai 190,7 juta euro.

Itu menjadi lebih besar dua kali lipat dibanding kerugian Juventus pada 2019-2020, yang bernilai 89,7 juta euro (Rp 1,5 triliun).

Kerugian itu menjadi yang keempat bagi Juventus.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved