GoFood Tindak Tegas Merchan Nakal

Dilaporkan Terkait Menu Olahan Daging Anjing, GoFood Pastikan Akan Menindak Tegas Merchan yang Nakal

GoFood tindaklanjuti laporan dari Yayasan Pengayom Satwa Indonesia terkait menu olahan daging anjing.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengunjung sedang melakukan transaksi pada salah satu tenant di GO-FOOD Festival yang diadakan di Trade Mall (TM) Seasons City, Jakarta, Kamis (6/9). 

WARTAKOTALIVE.COM, PADEMANGAN - Laporan dari Yayasan Pengayom Satwa Indonesia atau Animal Defenders Indonesia (ADI) terkait ada menu olahan daging anjing yang disediakan oleh mitra usaha GoFood langsung ditindaklanjuti. 

VP Corporate Affairs Food & Groceries Gojek, Rosel Lavina, mengatakan bahwa manajemen GoFood mengapresiasi laporan pelanggan dan dengan tegas akan memberi sanksi tegas bagi merchan.

"Kami akan menindak tegas jika ada merchant nakal yang menjual daging anjing sebagai menu makanannya,” ucap Rosel melalui keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Sesuai kebijakan GoFood terhadap semua mitra usaha, pihaknya melarang penjualan makanan dan minuman dari bahan dasar atau olahan yang tidak termasuk kategori pangan.

"Sejak awal kami sudah memberlakukan aturan yang sudah disetujui mitra usaha, termasuk larangan memperjualbelikan daging dari hewan non olahan olahan seperti anjing ini," ujar Rosel. 

Baca juga: Kabar Gembira Bagi Mitra GoFood, Telkomsel Sediakan Paket Data Rp 25 Ribu Bonus Kuota Hingga 95GB

Baca juga: Promo GoFood, Ada Potongan Harga Hingga Rp 110.000 dan Diskon Ongkir, Berlaku Sampai 3 Agustus 2021

Baca juga: PROMO GoFood Sampai 3 Agustus Hadirkan Diskon Ongkir, Hemat Makanan Hingga Rp 110.000

Rosel menuturkan bahwa untuk memastikan bahwa kebijakan kepada mitra dipatuhi, GoFood juga senantiasa melakukan sejumlah upaya proaktif secara berkala memperluas dan memperbarui kata kunci penyaringan pada ekosistem GoFood

Hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi indikasi/ temuan menu dari mitra usaha GoFood yang menggunakan dan/atau berbahan dasar bahan yang tidak termasuk kategori pangan.

“GoFood secara periodik mensosialisasikan Standard Operating Procedure (SOP) kebijakan larangan penjualan daging anjing di aplikasi kepada mitra usaha,” tutur  Rosel. 

GoFood juga menyediakan tombol laporan di setiap menu GoFood untuk memudahkan para pelanggan melapor jika menemukan menu olahan daging anjing atau hewan non pangan lainnya.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran oleh mitra usaha terhadap penggunaan bahan dasar yang tegas dilarang, GoFood mengambil langkah dan upaya yang diperlukan termasuk menghapus menu-menu yang terindikasi melanggar.

"Kami juga mengajak pelanggan untuk segera melaporkan apabila menemukan menu olahan daging anjing atau olahan non pangan lainnya melalui tombol laporan yang ada di aplikasi atau melalui email customerservice@gojek.com,” jelas Rosel.

Sementara itu, terkait somasi yang dilakukan ADI, GoFood secara terpisah akan menanggapi secara tertulis dan menyampaikan komitmen pihaknya dalam menertibkan penyediaan menu-menu oleh mitra usaha GoFood.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved