Breaking News:

kesehatan

Mengenal Kanker Limfoma Seperti Yang Menyerang Penyanyi Ari Lasso

Saat ini penyanyi Ari Lasso sedang berjuang  melawan  penyakit Kanker Limfoma atau kelenjar getah bening.

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
Istimewa
Tangkap layar Ari Lasso dalam press conference Dahsyatnya Awards 2020 di channel YouTube RCTI, Selasa (11/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat ini penyanyi Ari Lasso sedang berjuang  melawan  penyakit Kanker Limfoma (kelenjar getah bening).

Meski kanker yang mirip brokoli itu sudah diangkat, Ari Lasso masih harus menjalani pemeriksaan lanjut dan kemoterapi. 

Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 di Indonesia diperkirakan ada lebih dari 14.500 pasien limfoma yang terdeteksi  di tahun 2013.

Kanker kelenjar getah bening adalah kanker ganas yang  menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan satu bagian penting dari  sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas penting dalam membentuk barisan pertahanan guna melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

Dr dr Hilman Tadjoedin SpPD-KHOM, dokter spesialis onkologi medic menjelaskan, ada dua jenis limfoma yaitu Limfoma Hodgkin (LH) dan Limfoma Non Hodgkin (LNH). 

Baca juga: Ari Lasso Idap Kanker Limfoma hingga Jalani Operasi di Rumah Sakit, Kini Harus Lakukan Kemoterapi

Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, Program Penurunan Kematian Akibat Kanker Payudara Melambat

Gejala awal penyakit ini adalah pembengkakan kelenjar getah bening (terutama lebih teraba di leher sekitar  di bawah telinga). 

Limfoma Hodgkin lebih mudah disembuhkan (kurang ganas) dibandingkan  limfoma  non Hodgkin.

Perjalanan penyakit  limfoma dapat diketahui dengan melihat beberapa  parameter, yakni usia, penampilan pasien, nilai LDH (marker kerusakan jaringan), penyebaran di kelenjar getah bening,  dan stadium penyakit.

“Semakin muda  pasien, performanya baik (tidak sakit-sakitan), dan semakin rendah stadiumnya, penyakit lebih mudah disembuhkan dengan kemungkinan harapan hidup lebih panjang,” ujar Dr Hilman beberapa waktu lalu di acara Dexa.

Baca juga: Apakah Pasien Kanker Aman Ikut Vaksinasi Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Ahli Bedah Onkologi

Ia menjelaskan, tujuan terapi limfoma bukan penyembuhan, tetapi mengendalikan  penyakit pasien. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved