Breaking News:

Dua petugas Dishub Jakpus yang Peras Sopir Bus Vaksinasi, PNS Rakus

Hasilnya, mereka terbukti melakukan pemerasan kepada sopir bus bernopol B 7959 AP senilai Rp 500 Ribu

Warta Kota/Joko Supriyanto
Petugas Sudin Perhubungan Jakarta Pusat menggelar razia parkir liar di sejumlah wilayah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dua oknum petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat yang memeras rombongan vaksin Covid-19 di depan ITC Cempaka Mas, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Selasa (7/9/2021) lalu, rupanya berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan bukan honorer. Oknum pegawai berinisial SG dan S, ini kemudian mendapatkan sanksi disiplin sedang dari pimpinannya.

“Oknum tersebut statusnya adalah PNS dan pangkatnya masih golongan dua,” ujar Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir pada Rabu (8/9/2021).

Menurut Chadir, kedua oknum itu telah diperiksa oleh Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Mohammad Sholeh. Hasilnya, mereka terbukti melakukan pemerasan kepada sopir bus bernopol B 7959 AP senilai Rp 500 Ribu.

“Modusnya yang satu melakukan tindakan pemerasan yang berinisial SG, sedangkan yang berinisial S tidak terlibat secara langsung. Namun dalam melaksanakan tugas gatur (penjagaan dan pengaturan) lalu lintas di tempat tersebut, dia menerima titipan dari saudara SG,” jelas Chaidir.

Dia menilai, perbuatan mereka lebih didasari pada sifat keserakahan. Karena itu, Chaidir membantah stigma tentang perbuatan mereka dipicu karena gaji yang kurang dari pemerintah daerah.

Chaidir memastikan, gaji dan tunjangan kinerja daerah (TKD) pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sudah jauh lebih baik.

“Ini kepentingan pribadi, kalau buat gaji mah sudah cukup. Ini dia aja yang kerakusan, nggak disiplin,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Ketua Forum Warga Jakarta (FAKTA), Azaz Tigor Nainggolan menulis surat terbuka perihal dua orang petugas Dishub yang melalukan pencegatan dan pemerasan kepada sopir bus yang mengangkut peserta vaksinasi. 

Bus tersebut mengangkut peserta vaksinasi yang akan disuntik di Sheraton Media Hotel, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. 

“Kedua petugas Dishub DKI Jakarta itu bernama S. Gunawan dan Heryanto yang memaksa meminta uang sebesar Rp 500.000. Jika si sopir tidak memberi yang Rp 500.000 kepada petugas, maka bus akan ditarik oleh Dishub DKI Jakarta,” tulis Tigor pada Selasa (7/9/2021). 

Tigor menilai, pemerasan tersebut melanggar hukum dan harus mendapatkan sanksi tegas dari Pemprov Jakarta. Lebih lanjut, ia meminta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menindak tegas dua anak buahnya itu.

“Dugaan pemerasan itu sangat memalukan lantaran dilakukan di depan warga miskin yang hendak divaksin,” jelas Tigor. (faf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved