Breaking News:

Kriminalitas

Bangun Citra Polri, Dosen Universitas Bhayangkara Minta Kapolri Usut Tuntas Dugaan Mafia Kasus

Bangun Citra Polri yang Presisi, Dosen Universitas Bhayangkara Minta Kapolri Usut Tuntas Dugaan Mafia Kasus di Tubuh Korps Bhayangkara

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Dosen Universitas Bhayangkara dan STIH Painan, Prof DR Dwi Seno Widjanarko, SH, MH 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Laporan masyarakat terkait adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Polri disoroti Ahli pidana, Prof DR Dwi Seno Widjanarko, SH, MH.

Dirinya menyampaikan tuduhan Polda Metro Jaya sebagai sarang mafia kasus harus ditindaklanjuti pihak Kepolisian, khususnya Kapolri.

Menurut Dosen Universitas Bhayangkara dan STIH Painan itu motto Kapolri 'Presisi Berkeadilan' sudah bagus.

Hanya saja pelaksanaan di lapangan tidak berjalan efektif.

Sehingga, apabila terbukti adanya dugaan pemerasan dan gratifikasi, maka oknum polisi harus dicopot jabatannya dan dikenai sanksi sesuai aturan internal Polri yang berlaku.

"Mengenai Laporan Polisi yang sudah ada 'Restorative Justice' sudah jelas diatur dalam Perkap No 6 tahun 2019, dalam pasal 12 berisi syarat formiil dan materiil, seperti telah terjadi perdamaian, sudah ada ganti rugi, tidak akan menuntut," jelas Seno.

"Bila itu sudah terpenuhi maka tidak ada alasan bagi Penyidik Polri untuk melanjutkan perkara. Justru apabila tidak dilakukan timbullah permasalahan seperti laporan balik dari pihak yang sudah melakukan ganti rugi, namun kewajiban pelapor tidak terpenuhi," paparnya.

Baca juga: Kapolda Metro Sebut Video Viral Penangkapan Coki Pardede, Rendahkan Martabat dan Tak Etis

Baca juga: Anies Baswedan Untimatum Pelaku Usaha yang Langgar Prokes, Akan Tindak Tegas Tanpa Pandang Bulu

Lebih lanjut dijelaskannya, penyidik dalam menangani perkara seharusnya mengikuti asas 'Ultimum Remedium'.

Asas tersebut menegaskan pidana adalah jalan terakhir apabila jalan musyawarah tidak bisa terpenuhi.

"Gunakan unsur budaya ketimuran di mana kita mengutamakan musyawarah untuk mufakat, mencari win-win solusi," jelas Seno.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved