Breaking News:

Virus Corona Jakarta

RUMAH SAKIT Darurat Disiagakan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Wagub DKI: Semuanya Stand By

Wagub Ariza mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiagakan rumah sakit umum maupun darurat untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19.

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Senin (6/9/2021) malam mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiagakan rumah sakit umum maupun darurat untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19. Foto dok: Ahmad Riza Patria di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat, Minggu (29/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta tetap menyiagakan rumah sakit umum maupun rumah sakit darurat untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19.

Apalagi saat ini, penyebaran Covid-19 di Ibu Kota masuk dalam lima besar dari skala nasional.

“RS semuanya stand by (siaga), sekalipun ada penurunan kasus yang signifikan ya tenaga kesehatan, obat-obatan, oksigen semuanya stand by dan siap melayani apabila ada peningkatan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Senin (6/9/2021) malam.

Video: Wagub DKI Ariza Minta Pendidik, Pelajar dan Orangtua Patuhi Prokes saat PPKM

Meski demikian, pemerintah daerah tidak menginginkan adanya gelombang ketiga Covid-19.

Selain banyak warga yang meninggal dunia, lonjakan Covid-19 mengakibatkan pelayanan rumah sakit nyaris kolaps.

Padahal pemerintah daerah bersama stakeholder lain telah menyiapkan 11.000 unit tempat tidur ruang isolasi dan ICU untuk menampung pasien.

Baca juga: Hadapi Gelombang Kedua Pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat Janjikan 1.000 Tenaga Relawan untuk DKI

Baca juga: Anies Baswedan: Hadapi Gelombang dan Badai, Kemenangan Ditentukan Seberapa Disiplin Kita Berjuang

“Kami minta masyarakat jadikan protokol kesehatan sebagai kebutuhan sehari-hari, jangan karena ada regulasi dan aparat yang hadir, baru masyarakat disiplin,” ujarnya.

Menurut Ariza, masyarakat harus menjadikan prokes sebagai kebutuhan sehari-hari, seperti halnya mereka membutuhkan pangan untuk kelangsungan hidup.

Jangan sampai keacuhan masyarakat terhadap prokes menjadi gerbang klaster Covid-19 yang baru.

“Jadikan prokes sebagai kebutuhan sehari-hari, sebagaimana kita pakai baju, makan, mandi, gosok gigi dan sebagainya,” ucapnya.

Baca juga: DIBEKUKAN, Izin Usaha Kafe Holywings Kemang, Satpol PP DKI: Ini yang Pertama selama PPKM

Seperti diketahui, sebaran kasus Covid-19 di Jakarta masuk dalam lima besar di tingkat nasional pada Sabtu (4/9/2021).

Dari data yang diunggah Twitter @KawalCovid19, Dari data yang diunggah Twitter @KawalCovid19, wilayah Provinsi Jawa Timur memiliki tingkat kasus konfirmasi positif tertinggi dengan 614 orang.

Sementara wilayah selanjutnya yang menjadi penyumbang terbanyak yakni Jawa Barat dengan 545 orang dan provinsi ketiga yakni Sumatera Utara dengan 520 orang.

Baca juga: KASUS Perundungan KPI, Hari Ini MS dan Kuasa Hukum Berencana Datangi Komnas HAM dan LPSK

Kemudian yang menjadi penyumbang kasus positif berikutnya di Jawa Tengah dengan 512 kasus, dan yang berada di urutan kelima yakni wilayah DKI Jakarta dengan 360 kasus. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved