Breaking News:

PPKM

PPKM Level 3, Parekraf Jakarta Barat Monitoring 33 Industri Tempat Usaha, Budi: Tak Ada Pelanggaran

Kasudin Parekraf Jakarta Barat mengungkapkan, kegiatan monitoring tempat usaha sesuai dengan SK Kepala Dinas Nomor 49 tahun 2021.

Warta Kota/Desy Selviany
Selama kurang lebih dua bulan, Dinas Parekraf Jakarta Barat  memonitoring sampai 72 usaha industri yang diawasi keberlangsungannya. Foto ilustrasi: Pemeriksaan di titik penyekatan Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat di hari terakhir PPKM Darurat, Senin (9/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEMBANGAN - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat saat PPKM Level 4 mendata dan memonitoring tempat usaha sebanyak 39 tempat usaha.

Budi, Kepala Seksi Sudin Parekraf (Kasudin Parekraf) Jakarta Barat mengungkapkan bahwa kegiatan ini sesuai dengan SK Kepala Dinas Nomor 49 tahun 2021 terkait peraturan-peraturan PPKM Level 4 di bulan Juli 2021.

"Ya selama ini target kita sesuai dengan SK dari Kepala Dinas nomor 46 tahun 2021, kurang lebih kita mendata atau mengawasi memonitoring tempat usaha sebanyak 39 tempat usaha," ungkapnya di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Jakbar, Senin (6/8/2021).

Video: Polisi Razia PPKM di Tempat Hiburan Malam Sepanjang 'Senoparty' dan SCBD

Setelah menurunnya Level menjadi Level 3, pada Agustus 2021 ini pihaknya memonitoring usaha industri pariwisata, dan mengawasi kurang lebih 33 industri pariwisata.

Selama kurang lebih dua bulan, pihaknya memonitoring sampai 72 usaha industri yang diawasi keberlangsungannya.

Industri yang diawasi berupa restoran, usaha hiburan malam seperti diskotik, gria pijat, karaoke, salon terus hotel dan mal di awasi secara acak.

Baca juga: Selama PPKM Level 3, Volume Kendaraan di Jakarta Naik Hingga 20 Persen

Baca juga: PPKM Level 3, Sebanyak 50 Persen Sekolah di Tangerang Selatan Siap Adakan Pembelajaran Tatap Muka

Jika tempat karaoke dan griya pijat diberi arahan tutup maka tempat karaoke dan griya pijat memang harus tutup.

Namun, jika restoran memang diperbolehkan untuk buka maka pihaknya melakukan pemeriksaan terkait aturan-aturan yang dibuat untuk tamu seperti penjagaan prokesnya.

Selama melakukan pengawasan pada dua bulan terakhir Juli dan Agustus, pihaknya mengklaim para pelaku usaha ini, tak ada pelanggaran saat melakukan pengawasan secara random (acak).

Baca juga: PPKM Level 3, Jumlah Pemakaman Covid-19 di TPU Rorotan Merosot Drastis Hingga 5 Jenazah Per Hari

"Selama dua bulan terakhir, Juli sama Agustus kita mengawasi industri pariwisata secara random ya, di sini tidak ada pelanggaran pelanggaran di tempat usaha, selama melakukan pengawasan secara acak yak, tidak ada," ujarnya. (M30)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved