Pasien Covid-19 Dengan Komorbid Bisa Lakukan Isoman, Perhatikan Obat dan Saturasi Oksigen

Meskipun saat ini kasus Covid-19 mulai menurun, kewaspadaan tetap harus dilakukan, mengingat pandemi belum sepenuhnya berakhir.

WARTA KOTA/MUHAMAD FAJAR RIYANDANU
Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, terus menurun per Jumat (6/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meskipun saat ini kasus Covid-19 mulai menurun, kewaspadaan tetap harus dilakukan, mengingat pandemi belum sepenuhnya berakhir. 

Pemerintah juga sudah menggenjot program vaksinasi agar segera terbentuk herd immunity. Namun, kasus positif tetap ada. 

Guna memutus penularan Covid-19, salah satu protokol wajib bagi individu yang tertular atau positif Covid-19 tanpa gejala, gejala ringan, maupun sedang, wajib menjalani isolasi mandiri. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, mengatakan, isolasi mandiri harus dilakukan dengan benar agar efektif.

Baca juga: Tukang Bubur Ini Gratiskan Dagangannya untuk Pasien Isoman Covid-19, Syaratnya Cuma Foto Hasil PCR

Persiapan yang harus dilakukan selama isolasi mandiri, baik untuk pasien tanpa gejala (10 hari isolasi mandiri) maupun bergejala ringan-sedang (10+3 hari), adalah logistik dan medis. 

“Ingat, isoman perlu waktu cukup lama. Tidak bisa dilakukan tanpa persiapan," ujar dokter yang berpraktik di aplikasi GoodDoctor saat IG Live Goodtalk Series A-Z Tips Isoman Anti Panik belum lama ini.

Kegiatan ini dilangsungkan atas kerjasama Good Doctor bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Ia mengatakan, hal pertama yang harus disiapkan kebutuhan pokok seperti makan, minum, cuci baju, dan lain-lain.

Baca juga: Good Doctor Komitmen Beri Layanan Konsultasi Dokter dan Obat Gratis untuk Pasien Covid yang Isoman

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Cegah Covid-19, IDI dan Good Doctor Akan Luncurkan Kampanye Pesan Pemuda

Pemeriksaan medis jangan dilupakan. Periksa saturasi, suhu tubuh, dan tanda-tanda vital lainnya. 

"Berkonsultasilah ke dokter, terutama bagi yang mengalami gejala. Bila sulit konsultasi ke rumah sakit, bisa manfaatkan telekonsultasi seperti Good Doctor,” jelas dr. Jeff.

Saat isoman, sebaiknya isolasi sendiri, tidak serumah dengan anggota keluarga yang lain. 

Tapi bila terpaksa tetap serumah, sebisa mungkin harus terpisah.

Kalau bisa menggunakan kamar mandi berbeda. Disarankan memang ke tempat isolasi terpusat. Ini lebih baik daripada tinggal dengan keluarga, karena mereka berisiko terpapar virus.

Ia menjelaskan, sebenarnya yang boleh isoman adalah mereka yang tidak bergejala atau bergejala ringan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved