Breaking News:

Kriminalitas

IPW Laporkan Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri ke Propam Atas Dugaan Intimidasi Terlapor

Diduga Intimidasi Terlapor, IPW Laporkan Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri ke Propam. Berikut Selengkapnya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com
Plt Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan Propam dan Reskrimum Polda Jabar harus mengusut dan memproses para pelaku penganiayaan terhadap anggota Polri, Bripda Daniel Haposan yang terjadi di barak Dalmas Dit Samapta Polda Jabar, 28 Juli lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Diduga melakukan tindakan intimidasi dengan mengancam terlapor, penyidik Bareskrim Polri, Kompol Subianto dilaporkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso kepada Propam Polri.

Tak hanya itu, pelaporan dilakukan karena penyidik di Subdit III Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) itu sempat menyatakan apa yang dilakukannya sesuai arahan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Brigjen Helmi Santika.

Yakni secepatnya melakukan pemberkasan tersangka guna dibawa ke kejaksaan. 

"Ancaman itu dilakukan Kompol Subianto terkait gagalnya mediasi yang dilakukan terhadap terlapor Retno W, T Budianto dan Aryo Setyoko yang harus membayar Rp 1,35 miliar kepada pelapor Sondang Sitanggang di akhir bulan Agustus 2021," kata Sugeng kepada Wartakotalive.com pada Jumat (4/9/2021).

Baca juga: Ganjil Genap di Puncak Mulai Berlaku Sore ini, Polisi Lakukan Penyekatan di Belanova Sentul City

Awalnya kata Sugeng mereka dilaporkan Sondang atas dugaan perbuatan penggelapan dan penipuan seperti yang termaktub dalam pasal 372 dan 378 KUHP melalui laporan polisi di Polda Sumsel bernomor: LBP/373/IV/2019/SPKT tanggal 25 April 2019. 

Namun kemudian kasus ini dilimpahkan ke Bareskrim melalui surat Kapolda Sumsel Nomor: B/4294/X/1.24/2019/Ditreskrimum tanggal 8 Oktober 2019.

"Keanehan mulai muncul, kasus yang semula pidana umum mestinya ditangani oleh dittipidum Bareskrim Polri. Namun ini tidak terjadi dan justru ditarik ke pidana khusus sehingga harus ditangani oleh dittipideksus Bareskrim," ujarnya. 

Baca juga: Hore! Besok Mal Margo City Depok Sudah Dibuka Kembali untuk Umum Pasca Tragedi Lift Ambruk

Guna mengubah hal tersebut, kata Sugeng maka dibuatlah tambahan pasal untuk menjerat para terlapor tersebut.

"Dimasukkanlah pasal 3 dan atau pasal 4 dan atau pasal 5 jo pasal 10 UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang ancaman hukumannya maksimal 20 tahun," katanya. 

Keanehan lainnya diungkapkan Teguh adalah timbulnya dua surat perintah penyidikan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved