Warjono Tusuk Seorang ABK hingga Tewas, 23 Hari Pelarian Warjono Berakhir di Rumah Istri Siri

Penangkapan itu bisa dilakukan setelah polisi membentuk tim yang terdiri dari anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Muara Baru.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pelaku penusukan ABK yang terjadi di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (2/9/2021). 

WARTAKOTALLIVE.COM, JAKARTA - Pelarian Warjono, seorang penjaga kapal di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, berakhi di rumah istri siinya di daerah Majalengka, Jawa Barat.

Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama Polsek Muara Baru meringkus Warjono karena menganiaya Ari Sutrisno, seorang anak buah kapal (ABK).

Ari dan rekan sesama ABK terlibat perkelahian dengan Warjono di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/8/2021). Namun, dalam keributan itu Warjono menusuk Ari menggunakan badik hingga akhirnya Ari tewas.

Setelah peristiwa itu, Warjono melarikan diri ke daerah Majalengka, Jawa Barat. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan setelah kejadian itu Warjono kabur ke Majalengka dan bersembunyi kediaman istri sirinya.

“Penangkapan itu bisa dilakukan setelah polisi membentuk tim yang terdiri dari anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Muara Baru,” ungkap Kholis, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: TEREKAM CCTV, Dalam Waktu 47 Detik Maling Motor Bawa Kabur Honda Beat dari Parkiran Mini Market

Baca juga: Kasus Paket Dibawa Kabur Oknum Ojol, Polsek Metro Setiabudi Koordinasi dengan Pihak Pengelola Ojol

Pascakejadian, tim tim gabungan melakukan penyelidikan dan menelusuri wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

“Kami bisa mengidentifikasi keberadaan Warjono di daerah Majalengka setelah mendapat bantuan dari kepolisian setempat,” ucap Kholis.

Dari tangan Warjono polisi menyita barang bukti berupa sebilah badik lengkap dengan sarung kulit. Badik itu yang digunakan Warjono untuk menusuk Ari ketika itu.

“Kami juga telah melaksanakan rekonstruksi dan hasilnya ada persesuaian antara keterangan saksi barang bukti dan keterangan tersangka,” katanya.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang akibatkan korban meninggal dunia dengan hukuman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Tegur ABK

Penganiayaan oleh Warjono terhadap Ari bermula saat Warjono sedang bertugas menjaga kapal di dermaga timur Pelabuhan Muara Baru.

Pada saat itu, sekira pukul 23.00 WIB, enam ABK datang ke pinggir dermaga dalam keadaan mabuk minuman keras hingga dua di antaranya kemudian tidur di pinggir jalan.

Kholis menceritakan Warjono yang melihat para ABK tersebut tertidur di pinggir jalan, kemudian berusaha menegur mereka.

Baca juga: Bos Plastik dan Anaknya Terbukti Lakukan Penipuan Terhadap Netty Malini Rp22 Miliar

Baca juga: New Galacticos Januari 2022 Mengandalkan Trio Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Paul Pogba

“Warjono menegur dan membangunan para ABK agar tidak beristirahat di pinggir jalan,” ungkap Kholis. Namun, para ABK termasuk Ari tidak terima dengan perlakukan Warjono. Padahal Ari tidak ikut tidur di pinggir jalan.

Perkelahian antara Warjono dengan para ABK tidak terhidarkan. Dalam perkelahian itu Warjono yang sempat mendapat dua kali pukulan.

Meski demikian Warjono tetap melakukan perlawanan. Akhirnya, menggunakan badit yang dibawanya, Warjono melukai salah satu ABK, Ari,

“Tusukan badik Warjono mengenai bagian kiri dari tubuh korban, tepatnya di bawah tulang rusuk,” kata Kholis. Setelah melakukan aksinya, Warjono pun langsung melarikan diri. Sementara itu Ari meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved