Breaking News:

Pilpres 2024

Berkaca Pilpres 2019, Prof Didik J Rachbini Ingatkan Kampanye Pilpres Jangan Jadi Ajang Permusuhan

Berkaca Pilpres 2019, Prof Didik J Rachbini Ingatkan Kampanye Pilpres Jangan Jadi Ajang Permusuhan Anak Bangsa. Berikut Selengkapnya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Prof Didik J Rachbini  

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Pilpres mendatang diperkirakan masih akan dipenuhi kampanye dengan unsur kebencian. 

Demikian disampaikan Prof Didik J Rachbini dalam Diskusi Online Forum Ekonomi Politik  “Misteri dan Serba Serbi Capres Dini” yang diselenggarakan secara virtual oleh Universitas Paramadina (1/9/2021).

Menurut Didik, etika politik di Indonesia tidak diperhatikan, dengan penggunaan buzzer politik yang jahat sekali untuk men-downgrade lawan politik.

"Contoh kasus efektivitas buzzer adalah kasus KPK dengan memunculkan isu Taliban dan non Taliban di KPK ketika undang-undang KPK hendak diamandemen. Isu ini berhasil, rakyat dan mahasiswa gagal mempertahankan KPK dalam wujud yang asli," katanya.

Ia juga menyinggung fenomena pencapresan presiden di Indonesia saat ini sudah mulai terjadi, secara terselubung dengan pemasangan baliho-baliho tokoh dan rencana sistematis di media sosial. 

“Sudah ada tokoh-tokoh yang popularitasnya tinggi sehingga upaya bersaing dalam pencapresan ini memang harus melihat peluang keberhasilan dari survei popularitas politik," katanya.

Menurut Rektor Universitas Paramadina ini dari banyak lembaga survei, hanya beberapa saja yang kredibel dan sisanya melakukan akrobat.  

“Lembaga survei yang independen biasanya akan menghasilkan tradisi akademik yang baik," kata dia.

Baca juga: ENHYPHEN Ketularan Covid-19, Jalani Isolasi Terpusat di Fasilitas Pemerintah

Ia juga menyatakan bahwa hasil survei harus memperhatikan waktu karena setelah delapan bulan hasil survei bisa dinyatakan tidak valid. 

“Berbeda dengan dulu Jokowi dan Prabowo yang sejak awal di 2013, telah mempunyai tingkat popularitas yang konsisten tinggi, bahkan Prabowo sebelum Jokowi muncul punya popularitas yang sangat tinggi," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved