Breaking News:

Kriminalitas

Dinilai Tak Bersalah, Mantan Istri Bos Plastik Mohon Keadilan Bagi Putrinya

Dinilai Tak Bersalah, Mantan Istri Bos Plastik Mohon Keadilan Bagi Putrinya. Ia pun Mengirimkan Surat Terbuka Mengenai Kasus yang Menjerat Putrinya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Liem Cynthia (60) menangis tersedu saat menceritakan kisah anak perempuannya yang terjerat kasus pidana, akibat ulah mantan suami Cynthia, Alex Wijaya, bos pabrik plastik, yang kini menjadi terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan ditemui di kediamannya pada Rabu (1/9/2021). 

Pertama, tidak ada satu orang saksi yang secara sah dan meyakinkan mengetahui, mendengar, dan mengalami sendiri semua peristiwa yang didakwakan kepada terdakwa Ng Meiliani

Kedua, kata Cynthia masih dalam surat terbukanya, tidak ada satu pun alat bukti yang menyebutkan uang sebesar Rp 22 miliar, baik seluruhnya maupun sebagian digunakan untuk menguntungkan anaknya.

Selain itu, uang tersebut terbukti dalam persidangan seluruhnya digunakan untuk operasional PT. Innovative Plastic Packaging.

Kemudian, lanjutnya, ketiga, kesepakatan antara Netty Malini dan terdakwa Alex Wijaya dibuat secara lisan dan tidak ada yang mengetahui persis syarat dan ketentuan kesepakatan tersebut.

Baca juga: Anies: Penurunan Tanah di Jakarta Dulu 20 Titik, Kini Hanya Tinggal 5 Titik

"Uang tersebut disepakati sebagai pinjaman untuk keperluan operasional PT. Innovative Plastic Packaging sehingga merupakan hutang PT. Innovative Plastic Packaging kepada Netty Malini," ungkap dia.

Dan, keempat, terdapat fakta hukum bahwa Netty Malini terdaftar sebagai Kreditor Kongkuren pada PT. Innovative Plastic Packaging berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga Surabaya Nomor 21/Pdt.Sus-PKPU/PN.Niaga.Sby, tanggal 14 Oktober 2019.

Selain itu, Netty Malini terdata dalam Daftar Kreditur Tetap Tim Pengurus/ Kurator PT. Innovative Plastic Packaging berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga Surabaya Nomor 21/Pdt.Sus-PKPU/PN.Niaga.Sby, tanggal 14 Oktober 2019) atas tagihan sebesar Rp 22 miliar.

"Namun, fakta ini dikesampingkan dalam dakwaan dan tuntutan," ujar Liem.

Sementara itu, berdasarkan fakta dalam persidangan, yaitu terdakwa Alex Wijaya mengakui adanya hubungan asmara dengan Netty Malini sejak tahun 2011 sampai 2019.

Hubungan tersebut kemudian diketahui oleh pihak keluarga Netty Malini pada tahun 2020, sehingga masalah yang semula hanya hutang piutang diubah menjadi penipuan dan penggelapan.

Baca juga: Hari Jadi ke-73 Polwan RI, Kapolri: Jadilah Srikandi Polri yang Membawa Harum Nama Institusi

Sehingga anaknya menjadi korban balas dendam pihak keluarga Netty Malini atas hubungan asmara dari terdakwan Alex Wijaya.

"Saya sebagai ibu kandung Ng Meiliani merasa sangat prihatin dan miris melihat nasib anak saya yang merupakan tulang punggung keluarga menjadi korban akibat perbuatan hubungan asmara ayahnya dan Netty Malini," kisahnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved