Breaking News:

Berita Video

VIDEO : Warga Korban Kebakaran Butuhkan Pakaian dan Pampers

Dari 250 jiwa yang mengungsi, sebanyak 63 orang adalah anak-anak yang terdiri dari 25 siswa SD, 9 siswa SMP, 12 siswa SMA, dan 17 balita. 

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Alex Suban
Wartakotalive.com/Muhamad Fajar Riyandanu
Lokasi posko pengungsian di SDN 09 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (30/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEMAYORAN - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Jalan Swadaya Kebon Kosong RT 14/RW 05, Kebon Kosong, Kemayoran pada Minggu (29/8/2021), malam.

Lokasi kebakaran persisnya terletak di belakang Apartemen Grand Palace Kemayoran.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 250 jiwa mengungsi ke SDN 09 Kebon Kosong, Kemayoran.

Simak Video Berikut :

Menurut data posko pengungsian, peristiwa kebakaran yang menghanguskan 60 rumah itu berdampak kepada 55 keluarga.

Dari 250 jiwa yang mengungsi, sebanyak 63 orang adalah anak-anak yang terdiri dari 25 siswa SD, 9 siswa SMP, 12 siswa SMA, dan 17 balita. 

Ketua RW 05 Kebon Kosong, Atje mengatakan, hal yang paling dibutuhkan oleh warga saat ini adalah pasokan selimut, alas tempat tidur, dan pampers.

"Yang dibutuhkan hari ini adalah selimut dan alas tempat tidur dan pemper untuk balita, anak-anak dan jompo," kata Atje saat ditemui di posko pengungsian pada Senin (30/8/20212) sore.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Garness, satu diantara ratusan korban kebakaran ini mengatakan, mayoritas warga membutuhkan pemper dan perlengkapan anak-anak. "Bantuan pakaian yang diberikan lebih banyak untuk orang dewasa, untuk anak-anak Balitanya kurang.

Baca juga: Relawan Sahabat Ganjar Bagikan Ratusan Paket Sembako ke Korban Kebakaran di Kemayoran

Baca juga: RATUSAN Warga Kebon Kosong Kemayoran Mengungsi di SD Negeri 09 Usai Rumahnya Dilalap Api

Di sini banyak anak-anak usia TK dan Paud, pampers juga pada butuh," ujar Ketua Karang Taruna RW 05 Kebon Kosong tersebut. 

Lebih lanjut, kata Garness, para warga juga butuh tambahan kamar mandi. "Kalau airnya cukup, tapi banyak dari ibu-ibu yang merasa kamar mandi itu kurang, butuh buat nyuci, buat jemur pakaian," kata Garness, Senin (30/8/2021), sore.

Selain butuh tambahan kamar mandi, sejumlah warga juga membutuhkan dapur umum. "Seharusnya ada titik lokasi di luar Posko ini, dibuat dapur umum," kata Rudianto, Senin (30/8/2021), sore

Ayah dari dua anak ini menambahkan, ia juga butuh pakaian anak yang ditujukan untuk kedua anaknya. "Secepat mungkin, lebih cepat lebih baik. Sangat dibutuhkan peralatan pendidikan. Kalau Makanan sudah cukup yang kurang itu pakaian untuk balitanya," pungkas Rudianto. (m29)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved