Breaking News:

Info BPJS Kesehatan

Dukung Vaksinasi Covid-19, BPJS Kesehatan Jakarta Barat Sosialisasikan P-Care pada Vaksinator

Aplikasi ini tidak perlu dilakukan instalasi namun diakses melalui situs web sehingga dapat digunakan oleh vaksinator di seluruh Indonesia.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Lewat kegiatan Workshop Tata laksana Vaksinasi Covid-19 Gelombang II yang dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Pusdiklat KKB), BPJS Kesehatan Jakarta Barat sosialisasikan pencatatan serta pelaporan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi P-Care kepada vaksinator, Kamis (19/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Sebagai upaya mendukung pemerintah dalam percepatan target pencapaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia, BPJS Kesehatan menjadi salah satu fasilitator dalam sistem pencatatan dan pelaporan vaksinasi melalui aplikasi Primary Care (P-Care) Vaksinasi yang dapat digunakan oleh vaksinator di seluruh Indonesia.

Lewat kegiatan Workshop Tata laksana Vaksinasi Covid-19 Gelombang II yang dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Pusdiklat KKB), BPJS Kesehatan Jakarta Barat sosialisasikan pencatatan serta pelaporan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi P-Care kepada vaksinator, Kamis (19/8/2021).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat Purwati menyebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan total pelaksanaan vaksinasi di Indonesia adalah 26,91 persen untuk dosis pertama dan 14,58 persen untuk dosis kedua dari total sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 penduduk.

BPJS Kesehatan sebagai salah satu badan yang ditunjuk pemerintah untuk membantu mempercepat proses vaksinasi sangat berkomitmen dalam melakukan pencatatan dan pelaporan pelaksanaan vaksinasi melalui aplikasi P-Care Vaksinasi.  

“BPJS Kesehatan dalam hal ini ditunjuk sebagai penyedia aplikasi untuk pencatatan dan pelaporan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang nantinya akan dilakukan oleh bidan di seluruh Indonesia dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19. Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) itu dikenal dengan P-Care JKN, namun khusus vaksinasi Covid-19 ini adalah P-Care Vaksinasi. Aplikasi ini tidak perlu dilakukan instalasi namun diakses melalui situs web sehingga dapat digunakan oleh vaksinator di seluruh Indonesia,” ungkap Purwati.

Dalam prosesnya, aplikasi ini juga didukung oleh data sasaran peserta yang terdaftar pada aplikasi PeduliLindungi sedangkan bagi peserta yang NIK-nya belum terdaftar dan mendaftar langsung di tempat (go show) dapat dilakukan secara manual pada aplikasi melalui menu pendaftaran sasaran vaksin.

Hal ini difasilitasi oleh BPJS Kesehatan dengan tujuan lebih mempermudah serta mempercepat kegiatan vaksinasi Covid-19 yang ada di seluruh Indonesia.

“Berdasarkan data yang ada di PeduliLindungi serta pendaftaran secara go show nantinya akan muncul di aplikasi P-Care sehingga perlu diperhatikan betul data-data yang di-input adalah data yang benar. Setelah proses pelayanan vaksinasi berlangsung maka dari aplikasi P-Care akan kembali dikirim ke aplikasi Peduli Lindungi untuk kemudian menjadi dashboard satu data vaksinasi yang nantinya dapat dilihat hingga Presiden,” tungkas Purwati dalam penjelasannya mengenai alur penggunaan P-Care.

Pada akhir pemaparan, Purwati menyampaikan bahwa aplikasi P-Care Vaksinasi pada dasarnya mudah digunakan oleh seluruh vaksinator (user friendly) dan juga banyak memfasilitasi berbagai kondisi di lapangan, termasuk kendala jaringan sehingga dapat dilaporkan secara mundur (back date), namun hal tersebut membutuhkan dukungan data yang valid dari PeduliLindungi dan juga vaksinator di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, salah satu fasilitator Pusdiklat KKB, Yuli mengungkapkan bahwa pemahaman mengenai aplikasi P-Care Vaksinasi sangat diperlukan oleh seluruh bidan selaku vaksinator.

Pasalnya, seluruh bidan yang menjadi vaskinator menjadi eksekutor utama dalam proses pemberian vaksin kepada masyarakat, sehingga dengan pemahaman terhadap aplikasi tersebut nantinya memudahkan para bidan dalam proses vaksinasi.

“Aplikasi ini penting sekali untuk dipahami oleh seluruh peserta karena nantinya di lapangan mereka yang akan menjadi vaksinator dan pengguna aplikasi ini. Selain itu hal yang perlu diperhatikan adalah validitas data yang di-input sehingga proses pelaksanaan vaksinasi ini berjalan lancar dan seluruh peserta yang divaksin dapat menerima jadwal dan juga sertifikat vaksinasinya,” ungkapYuli. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved