Berita Kriminal
Komplotan Penipu Ini Tajir Melintir Gasak Isi Brankas Senilai Rp 1 Miliar, Begini Modus Operandinya
Modus kejahatan yang dijalankan yakni dengan berlaga sebagai petugas perbaikan saluran air mampu memperdayai seorang asisten rumah tangga.
Penulis: Dedy | Editor: Dedy
WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK GEDE --- Komplotan maling yang beraksi di sebuah rumah warga di Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, tajir melintir.
Modus kejahatan yang dijalankan yakni dengan berlaga sebagai petugas perbaikan saluran air mampu memperdayai seorang asisten rumah tangga.
Para pelaku yang berjumlah kira-kira empat orang ini akhirnya berhasil menggasak isi brankas berisi harta salah satu di antaranya emas batang.
Total nilai kerugian yang dialami pemilik rumah bernama Dwi Paralis Hardini ini senilai Rp 1 miliar.
Berbagai cara dilakukan kawanan penjahat saat menyasar rumah warga apalagi yang sedang ditinggal pergi penghuninya.
Baca juga: Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka, Emak-emak Ikut Antusias Lihat Anaknya Bersekolah Kembali
Baca juga: Siswa dan Orang Tua Sama-sama Antusias Sambut Pembelajaran Tatap Muka di SDN 01 Kalideres
Modus kejahatan mengaku-ngaku sebagai petugas perbaikan saluran air ini terjadi di sebuah rumah di Jalan Jati Utama, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi pada Rabu (25/8/2021) lalu.
Dwi Paralis Hardini selaku pemilik rumah, mengakatan, aksi kejahatan itu terjadi saat dirinya keluar rumah.
Sementara di rumah hanya ada seorang asisten rumah tangganya.
"Hari Rabu-nya itu saya pergi keluar sebentar, karena kebiasaan kalau pergi pagar enggak ditutup, tapi di dalam ada mba saya (asisten rumah tangga)," kata wanita yang akrab disapa Lilis, Minggu (29/8/2021).
Baca juga: Tyas Mirasih dan Raiden Soedjono Sudah Dua Kali Mangkir Sidang Mediasi, Benarkah Mau Bercerai?
Baca juga: Penipu Fahri Azmi yang Mengaku Utusan Jokowi Diamankan Polres Metro Jakarta Barat
Di antara mereka ada yang bertugas sebagai pengalih perhatian dan sebagian lagi bertugas sebagai eksekutor.
"Jadi ada orang masuk (pura-pura bertamu), mengalihkan perhatian mba saya, lalu ada orang lain (pelaku eksekutor) yang ikut masuk (tanpa sepengetahuan asisten rumah tangga)," jelas dia.
Pelaku yang bertugas mengalihkan perhatian kata Lilis, pura-pura menawarkan jasa perbaikan saluran air.