Breaking News:

Berita Nasional

Ratusan Perwira Khusus Dokter Jalani Diklat selama 2 bulan, Begini Pesan Komjen Rycko Amelza

Pendidikan ini bertujuan membentuk perwira Polri dari sumber sarjana kedokteran yang berkarakter kebhayangkaraan, sehat jasmani dan rohani

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Upacara pembukaan diklat perwira dokter di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (27/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 202 perwira khusus dokter umum dan spesialis menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana Khusus (SIPSS Sus) Dokter Spesialis dan Dokter Umum, Jumat (27/8/2021).

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Rycko Amelza Dahniel resmi membuka pendidikan tersebut.

Upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (27/8/2021).

Dalam sambutannya, Rycko mengatakan, upacara merupakan momentum penting sebagai awal dari program pendidikan dan latihan dalam rangka rekrutmen calon perwira Polri.

Baca juga: VIDEO Ribuan Calon Bintara Asal Papua Jalani Pendidikan di Sejumlah Rindam di Pulau Jawa

Terutama dari sumber sarjana khusus dokter spesialis dan dokter umum yang dilaksanakan di Setukpa Lemdiklat Polri.

“Pendidikan ini bertujuan membentuk perwira Polri dari sumber sarjana kedokteran yang berkarakter kebhayangkaraan, sehat jasmani dan rohani serta profesional dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri,” kata Komjen Rycko berdasarkan keterangannya pada Sabtu (28/8/2021).

Dia meyakini, para lulusan nantinya akan menambah kekuatan jajaran kedokteran dan kesehatan Polri dalam memberikan peningkatan pelayanan kesehatan kepada anggota Polri maupun masyarakat.

Mereka akan menjalani diklat secara insentif selama dua bulan di sana.

Baca juga: Dibuka Kalemdiklat Polri, 10.250 Bintara Ikuti Program Transformasi Diri

“Terutama menjawab tantangan pandemi Covid-19,” ujar pria berpangkat jenderal bintang tiga itu.

Menurutnya, polisi memiliki tiga peran utama yaitu sebagai penjaga peningkatan kualitas hidup manusia (the guardian to enchance quality of life), sebagai penjaga kemanusiaan (the guardian to humanism), dan sebagai penjaga peradaban umat manusia (the guardian to civilation).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved