Breaking News:

Investasi

Jangan Grusa-grusu Berinvestasi secara Daring, Perhatikan Legalitas dan Risiko Agar Tak Menyesal

Sebab, tidak sedikit mereka yang mencoba melakukan investasi pada bidang-bidang tertentu namun berujung pada kegagalan

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Ilustrasi - 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pengamat investasi, Ridhoni Marisson Hasudungan mengingatkan agar masyarakat bisa lebih bijak dalam berinvestasi secara daring.

Sebab, tidak sedikit mereka yang mencoba melakukan investasi pada bidang-bidang tertentu namun berujung pada kegagalan dan rasa frustasi.

 Ia mengatakan, kunci utama agar aman berinvestasi daring adalah dengan memastikan legalitas instrumen investasi yang akan dipilih.

"Perhatikan apakah skema investasi tersebut masuk akal, sepadan antara waktu, resiko dan potensi keuntungannya," ungkapnya dalam diskusi bertajuk “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.

Baca juga: Teknologi Digital Berkembang Pesat, Hillary Brigitta Lasut Ajak Generasi Muda Ciptakan Peluang Usaha

Diskusi daring bertajuk Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital
Diskusi daring bertajuk Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital (Ist)

Diskusi tersebut merupakan rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Agustus 2021 di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Program kali ini dipandu Arie Mega dari Katadata sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Direktur Regional ICSB Jatim, Meithiana Indrasari; komika & kreator konten, Ovil Putra; Public Speaking Coach & Digital Trainer, Maya Oktharia; serta pengamat investasi, Ridhoni Marisson Hasudungan. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 692 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Baca juga: Pembatalan Dakwaan 13 Manajer Investasi Jiwasraya, Disebut Jadi Bukti Penegakan Hukum Serampangan

Sementara itu, Meithiana, membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Transformasi Bisnis Dunia Digital”.

Menurut dia, untuk meningkatkan kesejahteraan melalui digital marketing, mula-mula kita mesti mengubah pola pikir bisnis yang membutuhkan kuantitas besar, perijinan, akses pembiayaan, serta pasar yang rumit. Selanjutnya, memaksimalkan promosi dan perluas jaringan, perkuat branding serta analisis pasar terus menerus.

Berikutnya, Ovil menyampaikan materi etika digital berjudul “Sosialisasi E-Pasar bagi Pelaku UMKM”.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved