Breaking News:

Eksklusif Warta Kota

Ekskusif Warta Kota, Ketua Koni Marciano Berharap Rekornas Pecah di PON Papua

enyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 mendatang terus menyita perhatian khususnya dari segi persiapan

Warta Kota/Umar Widodo
Marciano Norman memaparkan bahwa penyelenggaran PON Papua nanti akan mengadopsi dari penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang menerapkan prokes ketat Covid-19 
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 mendatang terus menyita perhatian khususnya dari segi persiapan.
Pandemi Covid-19 yang justru melonjak akhir bulan kemarin menimbulkan pertanyaan soal kemungkinan PON jadi digelar atau tidak.
Selain kasus Covid-19, kelanjutan PON dipertanyakan mengacu kondisi Papua yang dinamis, perihal akomodasi atlet PON, hingga persoalan malaria.
Jurnalis Warta Kota Rafsanzani Simanjorang berkesempatan mewawancarai Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat, Marciano Norman, di APM Equestrian Centre, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/6) lalu.
Marciano sebagai Ketum KONI Pusat merupakan penanggung jawab penyelenggaraan PON dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.
Hal itu tertuang pada Pasal 10 ayat 4 dan Pasal 11 ayat 1a-d Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2007.
Sebagai penyelenggara, KONI wajib berkoordinasi dengan pemerintah provinsi yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah. Artinya PON merupakan hajatan utama KONI Pusat.
Bagaimana perkembangan terkininya? Berikut wawancara eksklusif Warta Kota dengan Marciano:
Bagaimana Anda memandang aturan PPKM Darurat ini untuk insan olahraga di Tanah Air?
Yang pertama tentunya semua komunitas olahraga wajib mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah soal pembatasan kegiatan masyarakat.
Kita tetap beraktivitas tetapi protokol kesehatan harus utama sehingga dalam situasi seperti ini, hindari kegiatan-kegiatan olahraga yang menghadirkan orang banyak.
Tetapi di saat yang sama jangan lupa kita berolahraga untuk menaikkan ketahanan tubuh.
InsyaAllah dengan ketahanan tubuh naik, pemikiran juga segar, dengan cara itu bisa melawan Covid-19 selain penerapan protokol kesehatan, hati harus senang, pertahanan tubuh juga harus baik.
Saya mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk patuh pada PPKM ini.
Sebab banyak agenda-agenda olahraga di depan. Pertama atlet-atlet kita akan berangkat ke Tokyo untuk Olimpiade kemudian setelah itu fokus ke PON ke XX 2021 di Papua.
Kita harus bersatu menjadikan PON Papua sebagai momen kebangkitan bangsa Indonesia dari masa pandemi Covid-19 ini.
Kalau kita tidak bersatu dan bersama-sama menghadapi ini, yang ada pandemi ini tidak akan selesai-selesai.
Saya harapkan hal ini terus berjalan. Saya optimistis, apa yang dilakukan oleh pemerintah adalah yang terbaik saat ini. Besar harapan saya, aktivitas akan bisa berjalan pada akhir tahun ini.
Bicara PON Papua, boleh diterangkan bagamana perkembangan terkininya?
Persiapan PON terus berlangsung. Tiap-tiap provinsi telah melakukan pemusatan latihan daerah, kemudian program vaksinasi atlet-atlet yang menuju Papua juga telah berjalan. Kondisi venue di Papua juga telah mencapai 92 persen.
Kemudian kegiatan-kegiatan penunjang lainnya seperti Chef de Mission (CDM) meeting, technical delegate meeting, venue exercise juga terus berjalan sesuai dengan agenda yang kami buat. Dengan hal-hal seperti itu, saya yakin PON akan berjalan dengan baik.
Sekitar 12.000 atlet akan berangkat ke Papua, bagaimana persiapan akomodasi serta penginapan nantinya?
Kami sudah membuat jadwal keberangkatan atlet masing-masing daerah, kebetulan kami juga bekerja sama dengan Garuda Indonesia.
Akomodasi di sana, memang hotel-hotelnya tidak mencukupi namun fasilitas-fasilitas yang lain yang ada di Papua kami gunakan, baik itu punya pemerintah daerah, TNI, Polri, itu kami siapkan, kami renovasi, minimal setara dengan hotel bintang tiga.
Dengan begitu, atlet juga tidurnya layak, kemudian konsumsi yang mereka terima sesuai dengan gizi yang mereka perlukan.
Semua sudah kami siapkan, tetapi memang tidak bisa dimungkiri, masalah Covid-19 menjadi perhatian utama, karena tidak memungkinkan menyelenggarakan event di zona merah, dan tidak memungkinkan atlet dari zona merah berangkat juga.
Itu kelihatannya menimbulkan keraguan-keraguan. Untuk itu saya berharap dengan kebijakan pemerintah memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, pembatasan kegiatan masyarakat dengan istilah rem darurat, mudah-mudahan pada saatnya semua bisa berangkat ke Papua, dan jumlah atlet, ofisial, maupun pendukung lainnya bisa ditampung di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Jadi di empat tempat itu mereka akan tersebar. Mudah-mudahan ini bisa.
Banyak yang beranggapan beberapa wilayah di Papua rawan konflik. Selaku mantan kepala BIN, bagaimana Anda memastikan PON berlangsung aman?
Situasi Papua memang dinamis tetapi untuk PON Papua ini, yang pertama masyarakat Papua juga ingin PON sukses sehingga masyarakat Papua berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik. Itu menjadi sebuah dukungan juga.
Saya pun telah melakukan kunjungan resmi kepada Panglima, kepada Kapolda di Papua. Mereka berdua itu penanggung jawab keamanan dan sudah memberikan dukungan sepenuhnya agar PON di Papua ini sukses.
Mereka juga menyampaikan bahwa Papua pada saat penyelenggaraan PON akan berada dalam kondisi aman.
Atlet-atlet tidak perlu khawatir situasi di Papua tidak terkendali. InsyaAllah semua akan berjalan dengan baik dan lancar.
Selain Covid-19, ada fenomena penyakit malaria di Papua. Bagaimana KONI Pusat menggaransi kenyamanan para atlet selama di sana?
Yang pertama tadi vaksin ya. Yang divaksin itu atlet yang datang, kemudian mereka yang tinggal di sekitar venue di Papua. Atas petunjuk Presiden (Joko Widodo), mereka semua divaksin supaya memberikan rasa aman.
Soal malaria, kami sudah melakukan koordinasi antara Dinas Kesehatan Papua dengan Dinas Kesehatan dari 33 provinsi yang atletnya bakal datang ke Papua.
Bahwa langkah-langkah pencegahan malaria itu sudah mereka koordinasikan. Jadi apa yang dikerjakan sebelum mereka berangkat ke Papua dan apa yang dikerjakan setelah tiba di Papua terkait malaria, itu sudah dikomunikasikan dan disiapkan.
Untuk PON ini kan ada Panitia Besar (PB) PON. Dan ketua PB PON itu adalah Gubernur Papua.
Sedangkan Ketua KONI sebagai penanggung jawab yang memberikan pengawasan, memberikan pengarahan kepada semua yang menyelenggarakan itu agar berjalan dengan baik.
Teknis pertandingan ya harus berjalan dengan bagus.
Saya berharap PON Papua nanti, dari sisi penyelenggaraan, dari sisi prestasi, walaupun dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, ada pemecahan rekor nasional, juga seluruh agenda pertandingan berjalan dengan baik tanpa ada gangguan-gangguan yang tidak perlu. (m21/eko)
 
 
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved