Berdesakan di Tenda Pengungsian, Korban Kebakaran Pondok Aren Membutuhkan Bantuan Perkakas

Warga korban kebakaran lapak pemulung di Jalan Haji Sarmili, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan masih membutuhkan bantuan.

Warta Kota/Ikhwana Mutuah Mico
Warga korban kebakaran di Pondok Aren bertahan di tenda-tenda pengungsian dan membutuhkan bantuan berupa peralatan untuk hidup mandiri. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Warga korban kebakaran lapak pemulung yang berada di Jalan Haji Sarmili, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih membutuhkan bantuan.

Rudi Sohari (49), koordinator lapangan Komite Kemanusiaan Indonesia mengatakan, pihaknya masih aktif menyalurkan bantuan konsumsi untuk para pengungsi di lokasi kebakaran sampai saat ini.

"Kebetulan kantor Komite kemanusiaan Indonesia dekat sekali dengan lokasi bencana. Hari ini kami menyalurkan nasi kotak buat para penyintas,"ungkapnya di lokasi Kebakaran, Pondok Aren, Tangsel, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Dinas Sosial DKI Jakarta Beri Pendampingan pada Anak-anak Terdampak Kebakaran di Mampang Prapatan

Pembagian nasi siang hari ini berjumlah seratus kotak dan telah disalurkan sejak pagi tadi dan terus akan di saluran hari ini.

Aksi yang dilakukan Komite Kemanusiaan Indonesia hari ini ialah aksi yang dilanjutkan dari kegiatan sebelumnya di lokasi kebakaran ini.

Kebakaran terjadi pada Selasa (24/8/2021) malam dan berhasil dipadamkan pagi harinya.

Baca juga: Bocah Laki-Laki Korban Kekerasan Ibu Tiri di Pondok Aren Yatim Piatu

Kondisi pemukiman warga luluh lantak dilalap amukan si jago merah.

Pada Rabu pagi Rudi langsung memantau keadaan lokasi kebakaran dan siangnya sudah langsung menyalurkan bantuan dalam bentuk makanan siap santap kepada korban kebakaran.

"Jadi siangnya kami sudah bisa mengirimkan untuk pengungsi dan sorenya juga demikian, dan tadi pagi 200 box dan siang ini 100 box," terangnya.

Program bantuan ini akan terus berlangsung sampai dengan Sabtu ini.

Baca juga: Kebakaran di Matraman Ludeskan Belasan Rumah, Warga Merugi Hingga Rp 1 Miliar, Ini Penjelasan Damkar

Selain bantuan dalam bentuk nasi, masih banyak keperluan korban yang kini mengungsi ke tenda darurat yang disediakan.

Selain nasi, pengumpulan donasi saat ini bisa digunakan untuk memperbaiki tempat ibadah yang ikut terbakar saat kejadian.

Rudi berharap bisa ikut andil untuk memperbaiki tempat ibadah yang rusak tersebut.

"Tempat Ibadah tersebut untuk sarana dan prasarannya, terutama bila lokasi ini masih bisa ditempati karena kita masih menunggu kabar dari dinas setempat, apakah ini masih mau dilanjutkan fungsinya atau direlokasi," terangnya.

Baca juga: Kesaksian Tetangga sebelum Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Mampang Prapatan

Sampai saat ini, masih belum ada kepastian apakah lokasi ini masih bisa dibangun kembali atau tidak.

Bagi warga yang ingin membantu korban kebakaran di Pondok Aren dapat langsung  menghubungi Instagram @kemanusiaanindonesia.

"Nantinya masyarakat juga bisa bertanya terkait donasi yang mau disalurkan," tutur Rudi.

Baca juga: Kebakaran Puluhan Lapak Pemulung di Bangka Tewaskan Satu Keluarga, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Korban kebakaran rata-rata hanya memakai pakaian yang dikenakannya dari saat kejadian.

Sebelumnya, pada hari pertama kebakaran, Komite Kemanusiaan Indonesia sudah memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai sehingga pengungsi bisa langsung mengganti pakaiannya saat itu.

"Jadi itu untuk kebutuhan saat ini, kemudian untuk kedepannya kalau memang kegiatan ini diizinkan kami akan memberikan kebutuhan paling mendesak, yaitu peralatan untuk kemandirian mereka," jelasnya.

Peralatan kemandirian ini seperti peralatan dapur, alat masak dan juga alat ibadah.

Baca juga: Bengkel Yamaha di Tambun Bekasi Hangus Terbakar, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Untuk bantuan alat pendidikan, saat ini pihaknya belum memberikan bantuan tersebut, karena anak-anak di kawasan ini banyak yang memang tak sekolah sebelumnya.

"Jadi pertama yang paling dibutuhkan adalah alat masak dan alat ibadah, kalau untuk pembangunan rumah kami menunggu perijinan dari aparat setempat," tuturnya.

Saat ini pengungsi masih berada di sekitar lokasi.

Mereka masih menempati tenda-tenda darurat.

Sebagian ada juga yang  menempati rumah sanak saudara yang ada di sekitar lokasi. 

Foto :Foto lokasi kebakaran dan pengungsi, 25 Agustus 2021 (Wartakotalive.com/Ikhwana Mutuah Mico)
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved