Breaking News:

Berita Internasional

Satoru Nomura, Pimpinan Gangster di Jepang Divonis Hukuman Mati, Terbukti Melakukan Pembunuhan

Pimpinan gangster di Jepang, Satoru Nomura (74) divonis hukuman mati oleh Pengadilan Distrik Fukuoka, Selasa (24/8/2021).

Editor: Panji Baskhara
Kolase Wartakotalive.com/Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pimpinan gangster di Jepang atau Presiden Tertinggi Kudo-kai (Kota Kitakyushu), Satoru Nomura (74) divonis hukuman mati oleh Pengadilan Distrik Fukuoka, Selasa (24/8/2021). Foto Kolase: Satoru Nomura (74) Presiden Tertinggi Kudo-kai (Kota Kitakyushu) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang pimpinan gangster di Jepang, Satoru Nomura (74) divonis hukuman mati.

Diketahui, sosok Satoru Nomura ialah presiden tertinggi Kudo-kai (Kota Kitakyushu).

Sementara, Ketua Kedua Kudo-kai, Fumio Taue (65), dihukum penjara seumur hidup.

Vonis itu ditetapkan di sidang keputusan Pengadilan Distrik Fukuoka, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Lee Je Hoon Punya 7 Cara Jitu Merayu Ala Gangster dalam Drama Korea Taxi Driver

Baca juga: Punya Nama Unik, Tely Sarendra Dijuluki Gangster Oleh Pemain Timnas Futsal Wales

Baca juga: Pandemi Corona Bikin Kelompok Kriminal Yakuza Jepang Bangkrut, Mereka Terpaksa Ikut Jualan Masker

Satoru Nomura dan Fumio Taue dibawa ke persidangan atas tuduhan pembunuhan dalam empat kasus serangan sipil.

"Kedua tersangka terbukti berkomplot untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," paparnya Hakim Tsutomu Adachi bacakan fakta-fakta temuan dengan lantang saat pembukaan persidangan di Pengadilan Distrik Fukuoka.

"Nomura dijatuhi hukuman mati, dan Taue dijatuhi hukuman penjara seumur hidup serta denda 20 juta yen," ujar Kepala Kantor Kejaksaan Distrik Fukuoka.

"Keputusan nanti sore akan menjadi yang pertama kalinya seorang pemimpin gangster Yakuza Jepang yang dijatuhi hukuman mati di Jepang," kata jaksa.

Kedua terdakwa diduga diinstruksikan untuk melakukan pembunuhan dan kejahatan terorganisir dalam empat kasus.

Termasuk, penembakan terhadap mantan pemimpin serikat nelayan (saat itu 70 orang) di Kitakyushu pada tahun 1998.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved