Penertiban PKL

Dua Bulan Tidak Bisa Jualan di Pasar Kebon Kembang, Yanti Kesulitan Penuhi Kebutuhan Keluarga

PD Pasar menertibkan Yanti bersama 34 Pedagang Kaki Lima (PKL) lainnya karena dianggap mengganggu kenyamanan para pengunjung.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Yanti bersama PKL Blok B Pasar Kebon Kembang Bogor melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor Senin (23/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR --- Mata Yanti (53) tampak berkaca-kaca saat mengisahkan kehidupan keluarganya.

Duduk di salah satu pojok bagian kanan Balai Kota Bogor, dia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya sejak dua bulan terakhir.

Pasalnya, dia tidak diizinkan berjualan lagi di Blok B Pasar Kebon Kembang sejak akhir Juni lalu oleh PD Pasar Pakuan Jaya.

PD Pasar menertibkan Yanti bersama 34 Pedagang Kaki Lima (PKL) lainnya karena dianggap mengganggu kenyamanan para pengunjung.

"Saya orang kecil, butuh biaya. Suami saya lagi sakit. Anak di pesantren terkatung-katung biayanya. Jadi saya tulang punggung keluarga," kata Yanti, saat melakukan aksi unjuk rasa bersama PKL Blok B Pasar Kebon Kembang di Balaikota Bogor Senin (23/8/2021).

Yanti mengaku jualan kopi dan air di Blok B Pasar Kebon Kembang Bogor.

Pekerjaan ini sudah dilakoninya sejak 7 tahun lalu.

"Saya bukan orang baru di situ. Masa harus digusur," paparnya.

Dari pekerjaannya ini, ibu tiga anak ini bisa mendapatkan Rp 100.000 tiap hari.

"Itu kalau lagi ramai. Selama PPKM ini hanya bisa Rp 50.000. Hari ini saja hanya Rp 35.000," ungkap Yanti.

Baca juga: Dihantui Keresahan, Begini Perjuangan Yati, Pegawai SGC Cikarang, Selama Tak Bekerja Dua Bulan

Pendapatan ini tentu saja sangat minim karena tingginya kebutuhan hidup keluarga.

"Biaya sekolah anak di pesantren saja Rp 150.000 per minggu. Kebutuhan rumah tangga harian sekira Rp 50.000 per hari," tambahnya.

Yanti berharap Wali Kota Bima Arya mengizinkan PKL Blok B Pasar Kebon Kembang berjualan kembali seperti sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Saat ini saya keliling aja di pasar karena belum diizinkan berjualan di Blok B. Saya ingin bisa jualan lagi bersama teman-teman," tuturnya.

Baca juga: Jalan Tol Kelapa Gading-Pulogebang Diresmikan Jokowi, Putaran Balik Depan MOI Ditutup Permanen

Baca juga: Berikut Lokasi dan Cara Pendaftaran SIM Keliling Selama Agustus 2021 di Wilayah Kota Bekasi

Baca juga: Bom di Jakasampurna Dibungkus Kantong Plastik Hitam, Kapolrestro Bekasi: Tak Mengandung Daya Ledak

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved