Breaking News:

VIRAL Fortuner Plat Dinas Polisi Lawan Arus dan Tabrak 2 Mobil, Sopirnya Tersangka Tapi Tak Ditahan

Sopir Fortuner dinas polisi yang melawan arus dan menabrak dua mobil lain ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan polisi.

Instagram _ferdn
Mobil Peugeot yang ringsek akibat ditabrak pengemudi Toyota Fortuner VRZ 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ditlantas Polda Metro Jaya menetapkan pengemudi Toyota Fortuner VRZ bernomor dinas polisi 3488-07. 

Mobil dinas polisi itu berjalan melawan arus dan menabrak mobil lainnya di Jalan Tentara Pelajar, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021) yakni AS, sebagai tersangka.

Meski begitu, AS yang merupakan sopir dari anggota Polri aktif tidak ditahan. 

Hal itu dikatakan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Minggu (22/8/2021) sore.

Sebuah mobil Fortuner Bernopol 3488-07 yang diduga kendaraan anggota polisi dikejar pengendara yang ditabrak saat melawan arah di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021) dini hari/Instagram mala_hasan04
Sebuah mobil Fortuner Bernopol 3488-07 yang diduga kendaraan anggota polisi dikejar pengendara yang ditabrak saat melawan arah di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021) dini hari/Instagram mala_hasan04 (Tribunnews.com)

"Saudara AS kita tetapkan sebagai tersangka. Dengan alat bukti, pertama ada keterangan saksi, kemudian hasil rekaman CCTV, termasuk kesesuaian petunjuk keterangan saksi, keterangan tersangka serta kerusakan kendaraan dan sebagainya," kata Sambodo. 

Baca juga: Ugal-ugalan, Pengemudi Fortuner Berpelat Nomor Dinas Polisi Tabrak 2 Mobil, Begini Kondisinya

Menurutnya, penetapan tersangka setelah pihaknya melakukan cek ulang TKP serta hasil gelar perkara penyidik.

AS, katanya dijerat dengan 4 pasal berlapis. Yaknk Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, Pasal 310 Ayat 1, Pasal 311 ayat 2, Pasal 311 ayat 3 dan Pasal 312.

"Pasal 310 ayat 1, yaitu setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan. Pasal 311 ayat 2 setiap orang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan membahayakan dipidana paling lama 1 tahun, dan Pasal 311 ayat 3 karena perbuatan di ayat 1 tersebut yang bersangkutan menyebabkan kerusakan kendaraan bermotor atau barang dengan ancaman pidana 2 tahun denda paling banyak 4 juta rupiah. Terkahir 312, yaitu tabrak lari dengan ancaman 3 tahun penjara denda paling banyak 75 juta rupiah," kata Sambodo.

Sambodo mengungkapkan bahwa mobil Fortuner dengan plat polisi 3488-07 yang melawan arah dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas di sejumlah lokasi pada Jumat 20 Agustus 2021 lalu menggunakan plat nomor dinas Polri asli.

Baca juga: Fortuner Berpelat Polisi Tabrak Pengendara saat Lawan Arah di Permata Hijau Viral di Medsos

"Nomor plat ini asli milik kepolisian tapi sudah tidak diperpanjang. Artinya sudah tidak boleh lagi digunakan. AS tidak berhak menggunakan kendaraan plat dinas ini," kata Sambodo.

Ia menyebutkan AS adalah sopir dari anggota Polri aktif.

Sementara mobil milik majikan AS yang merupakan anggota Polri.

Baca juga: Dirlantas Polda Metro Pastikan Fortuner yang Lawan Arah dan Tabrak Dua Kendaraan Bukan Milik Polisi

"Secara diam-diam tanpa seizin pemilik kendaraan, AS mengambil plat dinas Polri dari gudang, dipasang di mobil, kemudian dibawa keluar untuk mencari makan," kata Sambodo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved