Breaking News:

Kriminalitas Tangsel

Tante Penganiaya Bayi di Tangsel Ditetapkan Jadi Tersangka, Aksi Konyolnya Sempat Direkam ART

Pelaku yang tak lain adalah tante dari korban mengaku sudah beberapa kali melakukan tindakan kekerasan kepada bayi malang itu.

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Feryanto Hadi
Surya
Ilustrasi 

WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK AREN - Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di wilayah Perumahan Villa Bintaro Regency, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan memasuki babak baru.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya Saputra melalui panggilan seluler membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan E.W yang berusia 41 sebagai tersangka.

Ibunda korban meninggal saat melahirkan.

Baca juga: Kejam, Ibu Tiri Tega Banting Bocah 4 Tahun, Kapolres Tangsel: Tubuh Korban Ada Luka Lebam

Baca juga: Petugas Angkut 100 Ton Sampah dari Kali Jambe Bekasi yang Sebelumnya Tampak Menjijikkan

Korban, selanjutnya diasuh oleh EW yang tak lain adalah adik dari ibunya.

"Korban adalah anak dari adik kandung pelaku yang meninggal ketika melahirkan korban," ungkapnya, Sabtu, (21/8/2021).

Bapak kandung korban saat ini belum diketahui keberadaannya, saat usia korban belum memasuki usia 9 bulan, ayah korban beberapa kali masih sempat menjenguk putranya.

Namun setelah usia korban masuk ke 9 bulan, ayah korban sudah tak pernah lagi menjenguk putranya tersebut.

Baca juga: Ada Suara Dentuman saat Atap Mal Margo City Ambruk, Tim Gegana Turun ke Lokasi

Kekerasan kepada korban ini sudah berjalan sekitar setahun, hal ini karena pelaku sering melihat korban sulit makan ketika disuapi oleh ART.

Dari pengakuan, EW sudah beberapa kali melakukan kekerasan.

"Maksud pelaku melakukan kekerasan kepada korban, karena pelaku ingin korban mudah makan dan tidak gampang muntah setelah makan," jelasnya.

Namun pelaku tak bisa mengontrol emosinya, sehingga ia tega melakukan kekerasan kepada korban.

Pelaku mengaku tak pernah merekam perbuatannya itu sendiri dan menyuruh orang lain untuk merekam perbuatannya tersebut.

Baca juga: Kebijakan Menteri Dinilai Tak Konsisten, KoMPAK Desak Jokowi Ambil-Alih Penanganan Pandemi

Pelaku tidak tahu jika perbuatan yang pelaku lakukan kepada korban direkam oleh ARTnya,"pungkasnya.

ART yang merekam kejadian ini merasa tak tega karena sering melihat korban mendapatkan kekerasan, sehingga ia memiliki inisiatif untuk diam-diam merekam kejadian kekerasan tersebut. (M30)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved