Breaking News:

Pandemi Virus Corona

PMII Bantah Ajak Masyarakat Berbuat Makar, karena Kritik Jokowi Gagal Tangani Pandemi Virus Corona

Kritik terhadap Presiden Joko Widodo yang disarankan mundur karena dianggap gagal menangani pandemi telah banyak menimbulkan pro dan kontra.

Biro Pers Setpres
Ketua Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhammad Rohim mengatakan kritikan pihaknya kepada Presiden Joko Widodo bersifat membangun dan mendukung pemerintah, bukan ingin makar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disarankan mundur karena dianggap gagal menangani pandemi telah banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. 

Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhammad Rohim mengatakan kritikan pihaknya untuk membangun dan mendukung pemerintah. 

Baca juga: Pemprov DKI Bakal Ajukan Revisi Keppres demi Lanjutkan Revitalisasi Monas

"Ya namanya PMII itu kan organisasi mahasiswa, kalau memiliki beragam catatan-catatan tentang kebijakan pemerintah, itu hal yang wajar,” ucap Rohim lewat siaran pers, Sabtu (21/8/2021). 

Pernyatan kemarin itu bukan lah sebagai ajakan makar atau menuntut Jokowi mundur, melainkan PB PMII siap menjadi garda terdepan membantu pemerintah dalam menangani Covid-19. 

“Nggak ada itu ajakan untuk makar ke Bapak Presiden Jokowi,” tegas Rohim. 

Menurut Rohim, ada tiga hikmah yang bisa diambil dari kondisi saat ini yang bisa menjadi pelajaran ke depan bagi bangsa dalam menghadapi situasi dan pandemi Covid-19.

Baca juga: Bank DKI Menerima Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Hikmah pertama, PB PMII mempunyai sebuah komitmen siap menjadi pembantu pemerintah untuk berjuang menghadapi pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari 1,5 tahun tersebut.

"Buktinya kita sudah 3 kali menyelenggarakan vaksinasi, dan ikut kontribusi dalam menyalurkan bantuan sembako ke masyarakat," ujarnya.

Hikmah yang kedua, jumlah tenaga kesehatan (nakes) sedikit dan ditambah lagi banyak yang sudah berguguran karena pandemi.

"Pemerintah perlu menyediakan 10 ribu beasiswa untuk masyarakat agar bisa kuliah di kedokteran dan keperawatan secara gratis. Ini agar kedepan nakes kita jumlahnya banyak," jelasnya.

Hikmah yang terakhir adalah harga test PCR yang masih tinggi bagi masyarakat.

Baca juga: Ibu Kandung Ryan Jombang Tak Terima Anaknya Dipukul Habib Bahar, Mau Diteruskan ke Ranah Hukum

Meski tidak dapat dipungkiri pemerintah sudah berinisiatif untuk menurunkan harga supaya lebih terjangkau. 

"Kami PB PMII mendorong pemerintah agar terus mengupayakan harga test PCR terjangkau untuk semua kalangan masyarakat," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved